Berita

Dunia

Brigitte Macron Siap Adopsi peran Ibu Negara Secara Informal

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 | 17:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Istri Presiden Perancis Emmanuel Macron, Brigitte Macron mengatakan bahwa ia akan mengadopsi peran sebagai ibu negara, namun hanya dalam kapasitas informal.

"Seperti semua yang ada di depan saya, saya akan mengambil peran publik saya," katanya kepada majalah mingguan Elle baru-baru ini.

Ini adalah kali pertama Brigitte yang berusia 64 tahun itu berbicara secara khusus dalam wawancara pasca terpilihnya suaminya Mei lalu.


Pasca terpilih, Macron berencana untuk membuat status resmi dan pekerjaan untuk istrinya sebagai ibu negara. Namun rencananya itu mendapat penolakan dari warga perancis yang menyatukan suara melalui petisi online.

Alih-alih menciptakan posisi First Lady atau Ibu Negara yang resmi di mana akan dibutuhkan perubahan dalam undang-undang atau konstitusi, Macron justru kemudian memutuskan untuk mengeluarkan "piagam transparansi" yang akan menjelaskan dana dan staf yang ditujukan untuk kegiatan Brigitte.

"Kami akan mengeposkan rapat dan komitmen saya di situs kepresidenan, sehingga orang Prancis tahu persis apa yang sedang saya lakukan," kata Brigitte.

"Yang penting adalah jelas," tambahnya seperti dimuat Channel News Asia. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya