Berita

Politik

Lima Perintah Ketum PDIP Di Hari Kemerdekaan

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 | 11:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. PDI Perjuangan menyelenggarakan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 72, di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (17/8).

Sekretariat Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang bertindak sebagai Inspektur Upacara mengatakan hari ini kita memeringati Kemerdekaan Indonesia yang ke 72.

Kemerdekaan sebagai hasil perjuangan revolusi kemerdekaan Indonesia adalah manifesto untuk hidup bebas dari penjajahan, bebas dari penindasan dan bebas untuk menentukan nasib bangsa sendiri secara berdaulat.


"Kita paham sepaham-pahamnya bahwa antara lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni 1945 dan Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah satu nafas kehendak, satu nafas semangat dan satu pernyataan otentik bahwa kita adalah bangsa yang memiliki nasionalisme dan patriotisme yang tinggi," kata Hasto.

Atas dasar hal itulah, lanjut dia, sebelum membacakan teks Proklamasi, Bung Karno menegaskan bahwa hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendiri, akan berdiri dengan kuatnya.

"Semangat percaya pada kekuatan sendiri inilah yang menjadi penopang kokohnya republik Indonesia itu. Dengannya ia mampu menghancur-leburkan musuh-musuh revolusi. Dengan semangat itu, ia mampu menggelorakan semangat pengorbanan tanpa henti," ungkapnya.

"Kini kita yang telah menikmati perjuangan para pendiri bangsa tersebut, khususnya Bung Karno, punya tanggung jawab besar untuk membumikan Pancasila dalam semangat pembebasan," tambah Ahasto.

Terkait hal tersebut, maka Pancasila dalam semangat pembebasan, Bung Karno menegaskan pentingnya tiga soal: Pertama, bagaimana benar-benar berdaulat dalam bidang politik. Berdaulat dalam alam pikir sebagai bangsa. Berdaulat dalam menggunakan hal-hal positif pembentuk kebudayaan pada taraf yang tinggi, yang berintikan nilai-nilai Pancasila. Berdaulat dalam politik adalah prinsip dasar dari bangsa merdeka agar  menjadi bangsa pemenang; bangsa unggul, bukan bangsa yang menggantungkan nasibnya pada bangsa lain.

Kedua, bagaimana kita hadir sebagai bangsa yang berdikari. Berdiri di atas kita sendiri. Keberdikarian dimulai dari setiap perkehidupan rakyat. Berdikari dalam pangan, energi, kesehatan, kemampuan membangun rumah bagi rakyat. Berdikari adalah etos kerja bangsa pejuang. Berdikari adalah kepercayaan diri yang bekobar-kobar bahwa kita bukanlah bangsa yang minder dan tunduk pada kehendak bangsa lain.

Ketiga, berkepribadian dalam kebudayaan. Kebudayaan adalah jati diri. Kebudayaan berkepribadian gotong royong. Kebudayaan yang mengekspresikan seluruh nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, musyawarah dan keadilan. Kebudayaan yang mencintai tanah airnya. Kebudayaan yang menghikmati daya cipta untuk kejayaan bangsanya.

Pada kesempatan itu, Hasto menyampaikan lima perintah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

PDIP yang berdiri kokoh dalam seluruh sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa. PDIP menempatkan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa; Proklamator bangsa; penggali Pancasila dan peletak dasar kepemimpinan Indonesia di Asia Afrika dan Amerika Latin.

PDIP memberikan penghormatan pada Bung Karno. Penghormatan dari alam pikir Bung Karno; cara berkebudayaan Bung Karno; cara Bung Karno dalam mengekspresikan "api nan tak kunjung padam" untuk Indonesia merdeka.

Dan sebagai partai ideologi, PDIP terus menerus membumikan pemikiran Bung Karno tentang hakikat partai sebagai obor penerang bagi rakyat; semangat pembebasan Indonesia Menggugat; Mencapai Indonesia Raya; Lahirnya Pancasila; Penemuan Kembali Revolusi kita dan pemikiran BK lainnya yang begitu jernih sebagai Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Atas dasar hal tersebut, maka berikut lima perintah ketum DPP PDIP: gelorakan dan sosialisasikan Pancasila dalam kebenaran jalan sejarah; bumikan Pancasila melalui jalan Trisakti; sosialisasikan jalan menuju masyarakat adil dan makmur dengan menjalankan Pola Pembangunan Semesta Berencana.

Selanjutnya, kepada seluruh jajaran struktural Partai dari DPP hingga ke DPD, DPC, PAC, ranting dan anak ranting partai: jadikanlah PDIP sebagai kekuatan pemersatu bangsa. PDIP sebagai Rumah Kebangsaan Indonesia Raya. Kita buktikan bahwa Pancasila benar-benar bekerja dari hal-hal kecil, hingga hal-hal fundamental dalam kehidupan berbangsa.

terakhir, ingatlah bahwa kemerdekaan yang sejati, hanya melalui perjuangan. Perjuangan yang mengambil intisari dari semangat kemerdekaan: percaya pada kekuatan sendiri, dan membangun persatuan yang kokoh dengan rakyat untuk Indonesia Raya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya