Berita

Foto/RM

Pesan Di Balik Pertukaran Baju Adat Jokowi Dan JK

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 | 03:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pakaian yang dikenakan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Sidang Tahunan MPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8) menyita perhatian publik.

Ini lantaran Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat khas Bugis, Sulawesi Selatan, yang notabene merupakan baju adat tempat kelahiran Wapres Jusuf Kalla. Sementara, Kalla mengenakan pakaian adat khas Jawa, yang merupakan suku asal Presiden Jokowi.

Anggota DPD RI Dailami Firdaus menilai bahwa ada pesan khusus yang ingin disampaikan Presiden Joko Widodo dengan pertukaran pakaian adat itu.


Menurutnya, pertukaran itu merupakan implementasi dari slogan hari kemerdekaan yang ke-72, "Indonesia Kerja Bersama". Artinya, Jokowi dan JK mengajak semua suku bangsa untuk bersama-sama bekerja membangun bangsa.

"Slogan yang dapat diartikan sebagai semangat kebersamaan dalam bekerja untuk meningkatkan pembangunan bangsa Indonesia sesuai dengan target yang diharapkan," ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Dia berharap pesan yang diberikan Jokowi dan JK ini bisa diserap oleh para pejabat negara, mulai dari menteri hingga kepala daerah di Sabang hingga Merauke. Sehingga bisa menjaga keutuhan NKRI di tengah ancaman global.

"Karena tidak bisa dipungkiri bahwasannya Indonesia terbentuk dari komitmen persatuan daerah daerah dari seluruh penjuru nusantara yang bersepakat membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tutup senator asal DKI Jakarta itu. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya