Berita

Ilustrasi/Net

Global

Amnesty International: Duterte Harusnya Tak Jadi Panutan Bagi Indonesia

RABU, 16 AGUSTUS 2017 | 19:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amnesty International mengecam apa yang digambarkan sebagai jumlah yang mengkhawatirkan dari pembunuhan polisi terhadap para pengedar narkoba yang dicurigai di Indonesia.

Kelompok hak asasi manusia tersebut mengatakan pada hari Rabu (16/8). polisi telah membunuh setidaknya 60 tersangka tahun ini. Angka itu meningkat bila dibandingkan dengan 18 tersangka di tahun 2016.

"Peningkatan eskalasi pembunuhan yang tidak sah oleh polisi ini terdengar lonceng alarm yang serius," kata Usman Hamid, direktur Amnesty di Indonesia .


Kelompok tersebut mengatakan telah mengumpulkan data pembunuhan tersebut.

Hamid menjelaskan bahwa dengan membunuh, tidak mengatasi akar penyebab yang menyebabkan penggunaan narkoba.

Amnesty memperingatkan bahwa pemerintah Indonesia bisa meniru "perang melawan narkoba" versi Filipina, di mana ribuan orang telah terbunuh.

"Duterte seharusnya tidak dalam keadaan apapun dianggap sebagai panutan bagi Indonesia," sambungnya.

Menurut Amnesty, dari mereka yang terbunuh di Indonesia pada tahun 2017, setidaknya delapan orang asing, termasuk tiga orang China. Demikian seperti dimuat Al Jazeera. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya