Berita

Hiu yang ditemukan orotitas Ekuador di Kapal China/BBC

Dunia

Curi 300 Ton Hiu, 20 Nelayan China Ditahan Di Ekuador

RABU, 16 AGUSTUS 2017 | 17:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pihak berwenang di Ekuador menahan awak kapal nelayan China yang diduga telah menangkap ikan hiu yang terancam punah di Kepulauan Galapagos.

Kapal milik nelayan China yang diamankan itu adalah Fu Yuan Yu Leng 999. Kapal tersebut ditemukan pada hari Minggu di wilayah cadangan laut tersebut dan kedapatan membawa 300 ton ikan. Sebagian besar hasil tangkapannya adalah hiu, termasuk spesies yang dilindungi seperti martil.

Sekitar 20 anggota awak menghadapi hukuman tiga tahun penjara jika terbukti bersalah melakukan perdagangan spesies yang dilindungi.


Menteri lingkungan Ekuador Tarsicio Granizo mengatakan seorang hakim di pulau San Cristobal telah memerintahkan awak kapal untuk ditahan dalam proses pengadilan yang tertunda.

"Belum tentu semua hasil tangkapan berasal dari cadangan laut, namun fakta bahwa itu termasuk hiu muda, bahkan hiu bayi, mengindikasikan bahwa mereka bisa saja tertangkap di dalam cadangan," kata menteri tersebut seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

Kepulauan Galapagos sendiri adalah situs warisan dunia UNESCO karena keragaman hayati yang kaya ditemukan di daerah tersebut.

Walter Bustos, direktur Taman Nasional Galapagos, mengatakan kepada surat kabar Ekuador El Universo bahwa kapal tersebut merupakan kapal terbesar yang ditangkap di dalam cadangan laut.

Sirip ikan hiu dianggap sebagai kelezatan masakan Cina, dan biasanya disajikan sebagai sup di jamuan makan. Kritikus mengatakan bahwa permintaan akan sirip adalah menyapu spesies yang terancam punah dan memicu perdagangan ilegal. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya