Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tentara India Dan China Terlibat Konfrontasi Di Perbatasan

RABU, 16 AGUSTUS 2017 | 17:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tentara India dan tentara China terlibat kofrontasi di sepanjang perbatasan yang disengketakan di Himalaya barat pekan ini.

Dikabarkan BBC merujuk pada kabar dari kantor berita setempat, tentara India melemparkan batu saat tentara China mencoba memasuki wilayah India di dekat Danau Pangong. Akibatnya, ada korban luka ringan di kedua sisinya. Pihak India mengklaim bahwa dalam konfrontasi tersebut, tentara India bahkan harus membentuk rantai manusia untuk mencegah pergerakan pasukan China.

Sebuah pernyataan resmi dari kementerian luar negeri India mengatakan bahwa tidak ada Garis Pengatur Aktual (LAC) yang umum digambarkan di daerah perbatasan antara India dan China. Ditambahkan bahwa perbedaan persepsi LAC telah menyebabkan situasi di lapangan yang bisa dihindari jika ada konsensus mengenai garis perbatasan.


Namun Menteri Luar Negeri China dalam keterangan resmi yang dikeluarkan mengklaim bahwa tentara mereka tetap berada di wilayah China. Sebaliknya, China justru menilai bahwa India harus segera dan tanpa syarat menarik semua personil dan peralatan dari tanah China.

Pertengkaran terbaru terjadi bahkan saat kedua tentara tersebut terus bertahan dua bulan di timur, dekat sebuah dataran tinggi yang dikenal sebagai Doklam di India dan Donglang di China.

Sejak konfrontasi dimulai pada bulan Juni, masing-masing pihak telah memperkuat pasukannya dan meminta yang lain untuk mundur.

Kedua negara melakukan perang di perbatasan pada tahun 1962 dan perselisihan masih belum terselesaikan di beberapa daerah, yang menyebabkan ketegangan meningkat dari waktu ke waktu. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya