Berita

Global

400 Jasad Ditemukan Di Sierra Leone, Rumah Sakit Kehabisan Kamar Mayat

RABU, 16 AGUSTUS 2017 | 15:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jumlah korban tewas akibat tanah longsor besar di Sierra Leone telah mencapai hampir 400 jiwa. Namun angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah mengingat ratusan lainnya masih hilang dan belum ditemukan.

Angka 400 korban jiwa itu dikonfirmasi oleh Palang Merah Internasional yang melakukan tugas di lapangan.

Laura Ngo-Fontaine, seorang petugas komunikasi senior untuk Palang Merah, mengatakan 600 orang lainnya hilang di daerah tersebut dan bahwa organisasi tersebut melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan.


Ratusan rumah di ibu kota, Freetown tertimbun longsor saat tengah tertidur awal pekan ini. Tanah longsor terjadi akibat sebagian gunung Sugar Loaf ambruk menyusul hujan deras.

Orang yang selamat dari bencana masih berharap bisa menemukan orang yang mereka cintai hidup.

Banyaknya korban jiwa memicu masalah lain yakni tidak adanya ruang untuk penyimpanan mayat di rumah satik.

"Masalah kami di sini adalah ruang," kata Owiz Koroma, kepala kamar mayat, yang juga menduga bahwa korban tewas akan meningkat lebih jauh.

"Kami mencoba untuk memisahkan, menghitung, dan memeriksa dengan cepat dan kemudian kami akan menerbitkan sertifikat kematian sebelum penguburan tersebut," katanya seperti dimuat Press TV.

Saksi mata mengatakan mayat bisa terlihat terbaring di tanah di luar gedung karena minimnya ruang.

Juru bicara pemerintah Cornelius Deveaux mengatakan bahwa mereka siap untuk mengubur mayat di empat kuburan yang berbeda di ibu kota. Deveaux mengatakan penguburan tersebut diperkirakan akan berlangsung pada hari Kamis.

Sehari setelah banjir melanda negeri ini, Presiden Ernest Bai Koroma mengeluarkan seruan untuk bantuan internasional. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya