Berita

Ilustrasi/Net

Global

Kritis Soal Pemilu, Pemerintah Kenya Mau tutup Dua LSM HAM Ini

SELASA, 15 AGUSTUS 2017 | 20:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Kenya tengah berupaya untuk menutup sebuah kelompok hak asasi manusia dan sebuah organisasi pro-demokrasi yang mempertanyakan soal pemilihan presiden yang disengketakan minggu lalu.

Kedua kelompok tersebut adalah Komisi Hak Asasi Manusia Kenya (KHRC) dan Africa Center for Open Governance (AfriCOG).

Dikabarkan Reuters (Selasa, 15/8), surat resmi dari Dewan LSM, yakni badan pemerintah yang mendaftarkan dan mengatur LSM di Kenya, ke KHRC dan AfriCOG mengatakan bahwa kedua organisasi tersebut mempertaruhkan hukuman karena alasan administratif dan pajak.


Pengamat internasional dan domestik mengatakan bahwa proses pemilihan sebagian besar bebas dan adil, namun pemimpin oposisi Raila Odinga telah membantah hasil resmi, yang menunjukkan bahwa Presiden Uhuru Kenyatta yang sedang berkuasa dimenangkan oleh selisih 1,4 juta suara.

Mwenda Njoka, juru bicara menteri dalam negeri, mengatakan surat-surat tersebut, yang beredar di media sosial adalah asli. Sedangkan AfriCOG dan KNRC mengatakan bahwa mereka belum menerima komunikasi resmi.

"Ini adalah serangan terhadap jenis suara independen apa pun," kata Gladwell Otieno, direktur eksekutif AfriCOG.

Menanggapi isu tersebut, kelompok hak asasi manusia Human Rights Watch, Amnesty International dan Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia untuk PBB Zeid Ra'ad Al Hussein mendesak pemerintah untuk menghormati pekerjaan LSM.

"Komisaris Tinggi meminta aktor dan media masyarakat sipil untuk diizinkan bekerja tanpa hambatan atau takut balas dendam," kata PBB dalam sebuah pernyataan dari Jenewa. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya