Berita

Ilustrasi/Net

Global

China Terapkan Sanksi PBB, Sektor Bijih Besi Dan Makanan Laut Korut Jadi Sasaran

SELASA, 15 AGUSTUS 2017 | 14:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China segera mengikuti resolusi Dewan Keamanan PBB pasca ujicoba rudal Korea Utara untuk memangkas pemasukan impor Korea Utara.

China yang merupakan penyumbang lebih dari 90 perdagangan internasional Korea utara berencana untuk segera menghentikan impor batubara, besi, bijih besi dan makanan laut dari Korea Utara.

Langkah itu adalah bentuk implementasi janji Beijing untuk sepenuhnya memberlakukan sanksi tersebut setelah Amerika Serikat menuduh China tidak berbuat cukup untuk mengendalikan tetangganya.


PBB menyetujui sanksi terhadap Pyongyang awal bulan ini yang bisa memangkas pemasukan tahunan Korea Utara sebesar 1 miliar dolar AS.

Namun demikian, menurut peneliti, impor batu bara China dari Korea Utara mencapai 1,2 miliar dolar AS tahun lalu, angka tersebut akan jauh lebih rendah tahun ini karena China telah memberlakukan larangan pada bulan Februari lalu.

"China telah mengimpor kuota batu bara di bawah sanksi untuk tahun 2017. Jadi tidak ada dampak bersih di sana, dan ekspor Korea Utara ke negara lain sangat minim," kata David Von Hippel, dari Nautilus Institute, sebuah kelompok pemikir yang berbasis di Oregon dan meneliti sektor batubara Korea Utara.

Sebagai gantinya, sanksi akan lebih berdampak pada sektor bijih besi dan makanan laut.

Meskipun keduanya merupakan sumber pendapatan ekspor Korea Utara yang jauh lebih kecil, namun kedua industri tersebut telah mengalami peningkatan ekspor tahun ini.

Ekspor bijih besi tumbuh menjadi 74.4 juta dolar AS dalam lima bulan pertama tahun ini, hampir menyamai angka untuk keseluruhan tahun 2016. Impor ikan dan makanan laut mencapai 46.7 juta dolar AS di bulan Juni, naik dari 13,6 juta dolar AS di bulan Mei.

Namun sanksi tersebut diperkirakan tidak berlaku untuk industri perakitan pakaian jadi di Korea Utara. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya