Berita

Politik

Di Acara TMP, Presiden BEM UI Ajak Pemuda Beradaptasi Dengan Zaman

SENIN, 14 AGUSTUS 2017 | 18:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Civil society merupakan salah satu pilar demokrasi baru di antara empat pilar demokrasi yang lain seperti eksekutif, yudikatif, legislatif dan pers. Pemuda dan mahasiswa sendiri merupakan bagian dari civil society yang sangat berperang penting dalam penguatan konsolidasi demokrasi.

Demikian disampaikan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Muhammad Syaeful Mujab, dalam simposium nasional  bertemakan "Bangkit Bergerak, Pemuda Indonesia Majukan Bangsa" yang dilaksanakan DPP Taruna Merah Putih (TMP) di Balai Kartini, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta (Senin, 14/8).

Simposium ini terdiri dari tiga panel. Panel ketiga selain menghadirkan Mujab sebagai narasumber juga mendatangkan pengusaha dan Presieden Klub Inter Milan Erick Tohir, pengusaha muda teknologi perikanan Paundra Noorbaskoro dan Wailkota Semarang Hendrar Priadi. Panel ketiga ini mengusung tema 'Kreativitas dan Komitmen Membangun Bangsa."


Mujab mengatakan bahwa saat ini ada perubahan gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa harus mulai beradaptasi dengan zaman dan dengan generasi milenial. Generasi milenial ini selain kurang akrab dengan sesama sejawat juga tumbuh bersama dengan teknologi.

"Di era sekarang, anak muda cukup mencari informasi via medsos untuk menilai kondisi sosial dan politik di Indonesia," ungkapnya.

Mujab juga mengajak semua mahasiswa terus kritis. Tentu saja ktitisisme yang konstruktif, dan bukan hanya berani nyinyir di medsos.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Umum TMP Maruarar Sirait mengatakan bahwa semua perubahan Indonesia digagas dan dilaksanakan oleh kaum muda. Sejarah membuktikan perjalanan sejarah perjuangan dan perubahan di Indonesia dari mulai 1908, 1928, 1945 dan 1998 dimotori oleh para pemuda.

Dalam kesempatan ini, Maruarar juga mengajak anak-anak muda untuk selalu berdiri paling depan dalam menjaga dan membela Pancasila. Sebab memang ada fakta dan ancaman dari sekelompok orang yang mau mengganti Pancasila sebagai dasar negara.

"Anak muda harus menunjukan berani mendukung Pancasila. Anak-anak muda, bersama kekuatan dan kelompok civil society harus bahu membahu dengan TNI dan Polri untuk selalu menjaga Pancasila, bersama dengan pemerintahan Jokowi dan JK," ungkap Maruarar.

Acara ini dihadiri ratusan berbagai pimpinan OKP seperti dari Ketua Umum GMKI, KAMMI, PMKRI, HMI, IMM, GMNI, Hikmahbudhi, KMHDI, Pemuda Muhammdiyah, GP Ansor, KNPI dan lain-lain. Acara juga dihadiri sayap organisasi PDI Perjuangan seperti Repdem, Banteng Muda Indonesia, Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) dan lain-lain.  

Selain itu, hadir juga organisasi sayap dari partai lain seperti Sapma Hanura, Matara PAN, AMPG Gokar dan Garda Nasdem. Hadir juga perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jakarta dan para Ketua OSIS dari berbagai sekolah.

Dalam tiga sesi panel, acara ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional papan atas. Di antara yang hadir sebagai pembicara adalah Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Kepala Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif,  Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid, Menteri Keuangan Sri Mulyani, pengusaha nasional Chairul Tanjung, Ketum KADIN Rosan P Roeslani, Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia, Presiden Inter Milan Erick Tohir, pengusaha muda teknologi perikanan Paundra Noorbaskoro, Walikota semarang, Hendrar Prihadi, Presiden BEM UI Muhammad Syaeful Mujab. [ysa]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Empat Penjudi Sabung Ayam Nekat Terjun ke Sungai Usai Digerebek Polisi

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Maung Bandung dan Bajul Ijo Berbagi Poin di GBT

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:28

Umat Jangan Tergesa-gesa Simpulkan Pernyataan Menag soal Zakat

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:59

Try Sutrisno dan Gerakan Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:34

Iran Geram Kepemilikan Senjata Nuklir Israel Tak Disoal Dunia Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:08

Aparat Sita Amunisi hingga Uang Tunai Usai Rebut Markas DPO KKB

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:47

DPR Tugasi Bahtra Banong Bereskan Kasus Penipuan Travel di Sultra

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:19

Wamen Ossy: Pemanfaatan AI Tunjang Pengelolaan Data Pertanahan

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:00

Klaim Trump Incar Ali Khamenei untuk Bantu Rakyat Iran Cuma Bualan

Selasa, 03 Maret 2026 | 00:43

Selengkapnya