Berita

Dunia

Pasca Tebusan Palsu Gagal, Tiga Sandera Berhasil Kabur Dari Abu Sayyaf

SABTU, 12 AGUSTUS 2017 | 13:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tiga orang yang diculik oleh militan Islam di Filipina selatan berhasil melarikan diri saat para penculik mereka sholat. Menurut keterangan polisi setempat, ketiganya berhasil kabur dan lolos dari tembakan pistol yang dilepaskan para penculik saat mereka kabur.

Sebelumnya, upaya tipu muslihat dengan uang tebusan palsu gagal dilakukan untuk membebaskan ketiga orang tersebut. Para penculik telah menerima uang tunai dengan jumlah yang mereka minta Kamis kemarin (10/8), namun menolak untuk membebaskan sandera setelah menyadari bahwa uang tersebut palsu.

"Sementara para penculik melakukan sholat subuh mereka, korban mengambil keuntungan dan lari tapi mereka dikejar dan ditembaki," kata kepala polisi regional Reuben Sindac.


Sebenarnya ada empat orang yang berhasil melarikan diri. Namun satu di antaranya berlari ke arah yang berbeda dan masih belum jelas nasibnya kini. Mereka yang diculik adlaah pekerja konstruksi. Mereka diculik oleh kelompok militan Abu Sayyaf dan dibawa ke hutan yang terpencil.

Sindac mengatakan seorang pejabat desa menemukan tiga sandera di dekat kota Jolo, Talipao, Jumat dini hari, dan memiliki luka tembak di kepala yang tidak dianggap mengancam nyawa. Pejabat tersebut membawa mereka ke polisi beberapa jam kemudian.

Ketiganya mengatakan kepada polisi rekan keempat mereka telah berlari ke arah lain dan tidak jelas apakah dia berhasil lolos atau ditangkap oleh militan tersebut.

Sindac mengatakan bahwa dia tidak tahu siapa yang membayar uang tebusan palsu tersebut. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya