Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Presiden Tak Perlu Mengatur Program Full Day School

SABTU, 12 AGUSTUS 2017 | 13:37 WIB | LAPORAN:

Presiden Jokowi diminta agar tidak memasukkan program full day school di dalam Peraturan Presiden tentang Penguatan Karakter.
 
Menurut Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni, full day school atau FDS itu akan menggusur sekolah-sekolah Madrasah Diniyah. Karena itu, rencana Presiden mengeluarkan Pepres tentang Penguatan Karakter untuk menggantikan Permendikbud yang mengatur tentang full day school tidak perlu.
 
"Tidak perlu ada Perpres mengatur full day school. Bukan karena semata-mata akan menggusur Madrasah Diniyah, biarlah ini menjadi hak paten NU. Tetapi ada sejumlah pertimbangan lainnya,” ujar Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni, Sabtu (12/8).
 

 
Pertimbangannya, lanjut dia, pertama, FDS itu cocok untuk kelas menengah ke atas dimana kedua orang tuanya sibuk kerja.
 
"Akhirnya memasukkan anak ke sekolah FDS. Hitung-hitung sebagai penitipan anak. Bagi orang menengah ke bawah yang orang tuaya punya waktu luang, tentu akan menjadikan keluarga sebagai sarana utama pendidikan anak,” ujar Sya’roni.
 
Kedua, FDS akan menyusahkan orang-orang yang kurang mampu, karena harus menyiapkan ongkos yang banyak dan bekal makan yang cukup, tentu dengan lauk yang tidak malu-maluin.
 
"Kalau di rumah bisa lauk apa saja. Bagi orang kaya ini tidak masalah karena anaknya dikawal sopir dan pembantu yang siap melayani kebutuhan anak. Lah, anaknya orang tidak mampu bagaimana? Apakah ongkos dua ribu rupiah cukup untuk seharian? Sementara anak orang kaya ongkosnya 20 ribu rupiah,” ujarnya.
 
Ketiga, FDS juga akan merenggut hak anak untuk bermain. Padahal, masa anak-anak adalah masa terindah untuk bermain. Pendidikan informal di lingkungan sekitar tentu akan lebih bermanfaat dibandingkan pendidikan formal yang terlalu kepanjangan.
 
"Keceriaan dan kebahagiaan anak di atas segala-galanya. Pemerintah jangan merenggutnya melalui kebijakan FDS. Ingat ya dulu waktu masih anak-anak bisa bermain apa saja, sekarang kasih kesempatan ke anak-anak juga, emang bapak/ibunya doang yang pingin main?” ujarnya. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya