Berita

Ilustrasi/NEt

Global

500 Tentara Myanmar Dikerahkan ke Rakhine

SABTU, 12 AGUSTUS 2017 | 11:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Myanmar mengerahkan 500 tentara ke bagian utara negara bagian Rakhine yang mayoritas Muslim di tengah kekhawatiran gelombang lain tindakan keras terhadap Muslim Rohingya.

Dua sumber militer yang berbasis di negara bagian barat laut mengatakan keputusan diambil setelah tujuh umat Buddha ditemukan tewas di pegunungan dekat kota Maungdaw pekan lalu. Salah satu sumber militer mengatakan sekitar 500 tentara dikirim ke beberapa kota, termasuk Buthidaung dan Maungdaw, dekat perbatasan dengan Bangladesh pekan ini.

Warga mengklaim tujuh orang Budha terbunuh setelah mereka menemukan sebuah kamp untuk para pejuang Rohingya.Pemerintah menyalahkan insiden tersebut pada ekstrimis.


"Kita harus meningkatkan operasi keamanan karena situasi keamanan memburuk, beberapa Muslim dan Budha telah terbunuh oleh pemberontak," kata Kapolda Rakhine Kolonel Sein Lwin.

Langkah-langkah peningkatan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan gelombang baru kekerasan terhadap Rohingya setelah tindakan keras tahun lalu yang diluncurkan setelah serangan mematikan terhadap penjaga perbatasan negara itu pada 9 Oktober 2016 yang menyebabkan sembilan polisi tewas. Pemerintah menyalahkan Rohingya atas serangan tersebut.

Hampir 75.000 orang telah melarikan diri dari bagian utara Rakhine yang mayoritas Muslim ke Bangladesh sejak militer Myanmar melancarkan tindakan keras tersebut.

Ada banyak laporan oleh saksi mata tentang eksekusi singkat, pemerkosaan dan serangan pembakaran terhadap umat Islam sejak tindakan keras tersebut dimulai. Militer telah memblokir akses ke Rakhine dan melarang wartawan dan pekerja bantuan memasuki zona tersebut.

PBB telah memperingatkan bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang sedang berlangsung terhadap Rohingya di Rakhine bisa sama dengan kejahatan terhadap kemanusiaan. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya