Berita

Hukum

Kantongi Alat Bukti, Ahli Waris Desak Polda Metro Tetapkan Lili TSK

SABTU, 12 AGUSTUS 2017 | 09:15 WIB | LAPORAN:

Setelah setahun lamanya melaporkan seorang pengusaha rumah makan dan salon kecantikan atas nama Lili, ahli waris dari Keman bin Seli, Manil kini dipanggil oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan sebagai saksi pelapor.

Sang ahli waris yang sudah berusia lanjut itu datang dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, Solihin SH.

"Ahli waris tidak bisa baca dan tulis disitu ada kesimpang siuran makanya butuh waktu untuk perkara ini," jelas Solihin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, kemarin (Jumat, 11/8).


Menurut dia, kasus ini berawal dari ahli waris Keman bin Seli yang melaporkan seorang pengusaha rumah makan dan salon kecantikan atas nama Lili ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya atas dugaan pemalsuan surat jual beli tanah seluas 7 ribu meter di Jl. Beruang, Bintaro, Tangerang Selatan.
Disitu, kata Solihin, Lili diduga memanfaatkan kondisi ahli waris yang buta huruf dengan mamalsukan surat jual beli tanah.

"Saya berharap Ibu Lili secepatnya dinaikkan statusnya jadi tersangka dan segera cepat dilimpahkan ke Kejaksaan," harapnya.

Adapun untuk pemeriksaan kali ini, lanjut Solihin, kliennya dikonfrontasi soal tanda tangan assesment semua ahli waris. Di mana nantinya bakal digunakan untuk pemeriksaan di Laboratorium Forensik.

"Kita harapakan bahwa dengan adanya labcrim nanti bisa diketahui apakah tanda tangan tersebut identik atau non identik," ungkapnya.

Dia menjelaskan, jika penyidik sudah mengantongi alat bukti, semestinya mereka tak perlu ragu untuk menetapkan Lili sebagai tersangka.

"Apalagi keterangan para saksi ahli waris almarhum Keman Bin Seli yang mengaku tidak pernah tanda tangan surat kuasa kepada Nisan Bin Seli untuk menandatangani PPJB," demikian Solihin. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya