Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

KPK Harus Usut Semua Pemain Kakap Kasus E-KTP

SABTU, 12 AGUSTUS 2017 | 08:52 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diingatkan agar tidak berhenti pada pengusutan para pelaku kelas teri dalam kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau E-KTP.
 
"Para aktor kakapnya masih bergentayangan di balik layar, dan itu bisa diusut oleh KPK. KPK juga harus berani menyelidiki kasus ini sampai ke akar-akarnya. Berantas tuntas mafia-mafia dan jaringannya, kalau KPK tidak berani silahkan mundur saja,” ujar Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak kepada redaksi, Sabtu (12/8).
 
Dia mengatakan, permainan dari eksternal KPK bisa saja berkolaborasi dengan oknum petugas di dalam tubuh KPK itu sendiri agar tidak menyentuh sampai kepada para dalang kasus korupsi E-KTP itu.
 

 
Karena itu, KPK tidak boleh lengah dan tidak boleh merasa puas dengan menangkapi yang kelas cere-nya saja.
 
"Indonesia tidak butuh pemimpin-pemimpin pengecut yang tidak berani menyentuh kasus yang melibatkan mafia yang selama ini gemar melanggar hukum dan bergentayangan di belakang layar,” ujar Bastian.
 
Menurut dia, proyek pengadaan E-KTP bisa dikatakan gagal total, lantaran karena puluhan juta  E-KTP abal-abal yang diterima oleh masyarakat tidak bisa dideteksi oleh mesin E-KTP.
 
"Jadi tidak ada bedanya E-KTP yang ada di dompet kita dengan E-KTP plastik,” ujarnya.
 
Dia pun mendesak KPK agar segera mengusut keterlibatan Andi Winata dalam kasus itu.

Dalam kasus E-KTP saat ini, menurut dia, KPK masih berhenti pada keterlibatan Paulus Tannos yakni pemilik perusahaan PT Sandipala Arthaputra. Perusahaan inilah yang menjadi supplier E-KTP yang tergabung dalam konsorsium PNRI (Percetakan Negara Republik Indonesia).
 
Dijelaskan Bastian, Paulus Tannos pernah terlibat persengketaan dengan Oxel System Pte Ltd, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang IT yang dimiliki Andi Winata.
 
Jadi, lanjut Bastian, dalam kerjasama antara PT Sandipala Arthaputra dengan Oxel System terjadi perselisihan terkait dengan chip E-KTP yang tidak bisa digunakan. Akibat perselisihan ini negara juga dirugikan karena chip yang disuplai oleh Oxel System tidak sesuai dengan pesanan pemerintah.
 
"Entah siapa yang bermain, apakah Paulus Tannos atau Andi Winata? Kenyataanya chip tersebut tidak bisa digunakan untuk aplikasi E-KTP,” ujarnya.
 
Atas dasar permasalahan tersebut, lanjut Bastian, patut diduga ada upaya dari pihak PT Sandipala Arthaputra untuk mengambil keuntungan yang besar dengan cara menggunakan chip yang harganya lebih murah daripada yang seharusnya dipesan oleh pemerintah.
 
Dengan kejadian ini, negara dirugikan dua kali, yakni, pertama, dirugikan karena mark-up nilai proyek. Kerugian kedua karena barang yang dibeli tidak sesuai dengan pesanan.
 
"KPK harus memanggil dan mengusut keterlibatan Andi Winata dalam kasus ini. KPK harus membuktikan bahwa lembaga itu tidak bisa tunduk pada kekuatan para perampok dan koruptor yang mempergunakan berbagai cara untuk menghentikan pengusutan,” pungkas Bastian. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya