Berita

Arsul Sani/Net

Politik

Ingin Gedung Baru, PPP Bandingkan DPR Dengan Kantor Polsek

SABTU, 12 AGUSTUS 2017 | 01:18 WIB | LAPORAN:

Meski sejumlah kalangan bersuara miring terkait wacana pembangunan gedung baru DPR, para anggota dewan keukeuh mendorong realisasi rencana tersebut. Alasannya, Gedung Nusantara I, yang merupakan kantor utama anggota DPR, dianggap tak lagi memadai untuk menunjang kinerja para dewan.

Anggota Fraksi PPP DPR Arsul Sani merasa penting dengan pembangunan itu. Sebagai orang yang sehari-hari banyak berada di Gedung Nusantara I, Arsul mengaku tahu betul kondisi gedung yang dirasanya sudah tidak layak.

"Yang diperlukan anggota DPR saat ini adalah gedung kantor. Sebab, gedung yang ada sekarang sudah tidak layak. Lift beberapa kali macet, bahkan jatuh. Wajar ada penambahan gedung, agar beban gedung lama ini tidak berlebihan," kata anggota Komisi III ini, Jumat (11/8).


Karenanya, kata dia, pembangunan gedung harus menjadi prioritas. Dia pun memastikan, anggota dewan tak meminta gedung mewah. Yang diminta hanya gedung yang mampu menunjang kinerja anggota dewan dan para pegawai di lingkungan DPR.

Dia kemudian membandingkan kondisi gedung dan luas ruangan kantor per anggota dewan dengan ruangan Kapolsek. Dia mengklaim, ruangan anggota dewan masih kalah mewah dari ruang kerja Kapolsek.

"Dibangun sesuai standar pemerintahan saja. Saat ini, ruang anggota Komisi III DPR sama Kapolsek Tanah Abang atau Kapolsek Kebayoran bagus mana? Itu saja," cetus Sekjen DPP PPP ini.

Selain gedung, Arsul juga meminta agar sarana dan prasarana penunjang lain dibangun di lingkungan parlemen. Dengan begitu, DPR juga memiliki fasilitas-fasilitas yang layak atau standar seperti yang dimiliki lembaga lain, seperti gedung baru Badan Pemeriksa Keuangan, Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi.

"Kalau orang di luar DPR, teman-teman yang tidak pernah ke DPR mungkin menilai pembangunan gedung baru tidak dibutuhkan. Padahal, kami harus wiridan (membaca doa-doa) setiap naik lift, gara-gara sering anjlok," tandasnya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan pembangunan gedung baru DPR untuk perkantoran. Pasalnya, Gedung DPR yang dibangun pada 1965 itu sudah tak bisa dipugar atau dibangun lantaran sudah masuk dalam kategori cagar budaya.

"Gedung yang ada saat ini sudah stop pembangunannya, karena masuk heritage. Padahal, untuk kegiatan perpolitikan DPR, perlu adanya infrastruktur yang lebih kokoh dengan perlengkapan sistem yang lebih canggih. Misalnya, rapat bisa di-relay, ditonton semua oleh rakyat," jelas dia. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya