Berita

Politik

Sekjen PDIP: Madura Jadi Kunci Pilkada Jatim 2018

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 23:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Posisi Madura sangat penting dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur 2018 mendatang.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan pengarahan di Rapat Koordinasi DPC-PAC se-Madura menghadapi pilkada serentak dan pilgub tahun 2018 di Sumenep, Madura, Jumat malam (11/8).

"Madura menjadi kunci di Pilgub Jawa Timur. Suara Madura menentukan pemenang pilgub. Bagaikan Ohio di pemilihan presiden di Amerika Serikat," ujar Hasto.


Oleh sebab itu, dalam rangka menjadikan Madura akan memberikan kontribusi di pilkada 2018, Hasto dalam pengarahannya meminta jajaran partai untuk disiplin dalam lima hal.

"Kader di Madura diharapkan memiliki kedisiplinan yakni dimulai disiplin dalam berpikir bagaimana memahami Pancasila 1 Juni," jelas Hasto.

Kedua, Hasto meminta kader PDIP di Madura untuk disiplin berbicara.

"Hati-hati dalam berbicara. Jadilah politisi yang menginspirasi dalam kata-katanya," jelasnya.

Selanjutnya dia meminta untuk disiplin bertindak, dan memahami otoritasnya. Dua lainnya yakni disiplin komunikasi serta disiplin dalam waktu.

"Disiplin waktu ini yang paling sederhana tapi terkadang sulit dilaksanakan," kata Hasto.

Ditegaskannya, bagi PDIP, pilkada dimenangkan dengan kerja kolektif dan gotong royong.

"Sekarang saatnya mempersiapkan struktur partai dengan skills sebaik-baiknya menghadapi pilkada," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Hasto memperkenalkan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi ke peserta rapat koordinasi. Dia pun mendorong kader dan pengurus partai menjadikan sosok Fauzi menjadi inspirasi dalam pilkada di Madura.

Dari empat kabupaten di Madura, PDIP hanya memiliki kadernya di eksekutif di posisi wakil bupati Sumenep.

Hasto dalam pengarahan ditemani Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Untari serta anggota DPR daerah pemilihan Madura, Said Abdullah. [ysa]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya