Berita

ilustrasi/Net

Global

Ketegangan Di Semenanjung, Produsen Makanan Siap Saji Kebanjiran Untung

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 19:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di tengah ketegangan yang terjadi di Semenanjung, warga Korea Selatan berbondong-bondong membeli makanan siap saji untuk disimpan di rumah.

Combat Ration Inc, produsen makanan siap saji Korea Selatan, mengatakan bahwa penjualan mereka telah melonjak sebanyak 50 persen dalam sepekan terakhir dibandingkan rata-rata.

"Sejak tahun 2006, ketika Korea Utara pertama kali melakukan uji coba nuklirnya, tidak banyak tanggapan karena orang-orang menjadi kebal terhadap peluncuran rudal dan uji coba rudal," kata Yoon Hee-yeul, chief executive Combat Ration, yang berada di tenggara. Kota Daegu.


"Saya merasa ini berbeda kali ini," kata Yoon, yang telah berkecimpung dalam bisnis ini sejak 2004 seperti dimuat Reuters.

Produsen lainnya,Babmart, yang berbasis di Seoul timur, dan penjual online Seoul lainnya, jun2food.com, juga mengatakan bahwa penjualan meningkat. Pejabat di kedua perusahaan tersebut menghubungkan gelombang pembelian dengan ketegangan yang meningkat.

Tak mengherankan bila warga Korea Selatan khawatir, pasalnya retorika dari Korea Utara dan Amerika Serikat pekan ini membuat cemas banyak pihak.

Korea Utara mengatakan pada hari Kamis bahwa tentaranya akan menyelesaikan rencana pada pertengahan Agustus untuk melepaskan empat rudal jarak menengah di atas Jepang untuk mendarat di dekat wilayah Guam milik AS di APsifik.

Para ahli mengatakan jika Korea Utara meluncurkan rudal jarak menengah ke Guam, semua rudal dan artileri lainnya akan siap beraksi. Ratusan ribu tentara dan persenjataan besar disusun di kedua sisi zona demiliterisasi yang tegang antara kedua Korea.

Sebagai bentuk pencegahan, militer Korea Selatan juga menggelar latihan gabungan skala nasional sebagai bentuk persiapan diri untuk situasi yang mungkin tak terduga. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya