Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Perubahan Iklim, Penyebab Utama Tahun Yang Hangat Di AS

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 17:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Laporan pemerintah AS menunjukkan bahwa perubahan iklim merupakan faktor utama di balik tahun terpanas yang tercatat pada tahun 2016.

Laporan yang dirilis pada hari Kamis oleh National Oceanic and Atmospheric Administration juga menemukan bahwa konsentrasi gas rumah kaca mencapai tingkat tinggi baru. Laporan tersebut mengutip sebuah siklus El Nino yang kuat sebagai faktor di balik tahun ketiga berturut-turut pemanasan global di negeri Paman Sam.

Dikabarkan Press TV, Amerika Serikat sendiri sudah merasakan dampak perubahan iklim, dengan suhu meningkat secara dramatis selama empat dekade terakhir.


Sebuah studi yang dirilis bulan lalu oleh Union of Concerned Scientists mengatakan puluhan kota di AS mungkin menghadapi banjir kronis dalam beberapa dekade ke depan jika pemanasan global tidak dikurangi.

Studi tersebut memperingatkan bahwa penarikan Amerika dari kesepakatan iklim Paris dapat meningkatkan dampak pemanasan global dan menambah emisi gas rumah kaca.

Laporan itu bertentangan dengan sikap Presiden Donald Trump yang tidak menempatkan pemanasan global dalam prioritas kebijakannya.

Trump menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan iklim Paris 2015 pada tahun ini.

Trump mengatakan bahwa kesepakatan Paris sangat lunak terhadap pencemar utama seperti China dan India, yang menempatkan industri AS pada risiko, namun mengatakan bahwa dia akan terbuka untuk kesepakatan yang lebih baik untuk Amerika Serikat. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya