Berita

Kuba/Net

Dunia

Selain AS, Diplomat Kanada Juga Mengalami Gejala Misterius Di Kuba

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 17:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gejala misterius ternyata bukan hanya dialamioleh staf diplomatik Amerika Serikat di Kuba, tapi jua staf diplomatik Kanada.

KementerianLuar Negeri Kanada saat ini tengah menyelidiki setelah setidaknya satu diplomat mereka yang bertugas di Kuba. Diplomat tersebut mengalami gangguan pendengaran serta sakit kepala.

Pemerintah Kanada saat ini bekerjasama dengan pejabat Amerika Serikat dan Kuba untuk mencari tau soal apa yang tengah terjadi.


"Kami mengetahui gejala yang tidak biasa yang mempengaruhi personil diplomatik Kanada dan AS dan keluarga mereka di Havana," kata juru bicara Global Affairs Kementerian Luar Negeri Kanada seperti dimuat BBC.

"Pemerintah secara aktif bekerja, termasuk dengan otoritas AS dan Kuba untuk memastikan penyebabnya. Pada saat ini, kami tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa turis Kanada dan pengunjung lainnya dapat terpengaruh," sambungnya.

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menarik dua diplomatnya dari Kuba karena gejala serupa. Amerika Serikat mencurigai bahwa masalah tersebut disebabkan oleh perangkat sonik yang mengeluarkan gelombang suara yang tidak terdengar yang dapat menyebabkan tuli. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya