Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tren Bergeser, Migran Lebih Pilih Rute Ke Spanyol aripada Yunani

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 15:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Spanyol diperkirakan akan menggantikan Yunani dalam hal menampung migran.

Bukan tanpa alasan, pasalnya, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), jumlah migran yang datang ke Spanyol secara sembunyi-sembunyi melalui laut mengalami lonjakan. Sebaliknya, jumlah migran yang datang melalui laut ke Yunani justru mengalami penurunan.

Sejauh ini di tahun 2017, tercatat ada 8.385 orang telah mencapai Spanyol melalui laut, lebih dari tiga kali lipat jumlah yang terlihat pada saat bersamaan pada 2016. Sedangkan di Yuanni dalam periode yang sama terdapat 11.713 orang yang datang.


Lonjakan di Spanyol dan penurunan di Yunani menunjukkan adanya pergeseran migran yang mungkin menemukan bahwa rute Spanyol lebih aman.

"Kami berasumsi bahwa sebagian dari perubahan tersebut disebabkan oleh fakta bahwa rute [ke Spanyol] dianggap sebagai rute yang aman ke pantai melalui Maroko," kata Joel Millman, juru bicara senior IOM, seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

Kendati begitu, bukan berarti Spanyol menjadi negara yang paling banyak menerima migran di Eropa. Italia masih menduduki peringat teratas. Menurut data IOM, sejak awal tahun ini hingga 9 Agustus kemarin, Italia telah kedatangan 96.861 migran melalui jalur laut.

Banyak dari mereka yang memilih rute yang lebih panjang berasal dari negara-negara Afrika barat termasuk Senegal, Gambia, Guinea dan Pantai Gading.

Sekitar 11.849 orang telah sampai di Spanyol sepanjang tahun ini, dibandingkan dengan 13.246 di tahun lalu. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya