Berita

Khofifah/net

Politik

Bloomberg Sebut Khofifah Simbol Kesuksesan Perempuan di Dunia Politik

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 13:59 WIB | LAPORAN:

Keterwakilan perempuan atau affirmative action di politik Indonesia menuai pujian dari banyak pihak, terutama media-media ternama dunia. Media ternama yang bermarkas di New York, Bloomberg menulis artikel tentang kesuksesan Indonesia dalam penyetaraan gender dalam distribusi pejabat negara atau politisi di parlemen.

Bloomberg mengambil contoh sosok Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Menteri perempuan berusia 52 tahun ini merupakan salah satu pejabat negara yang berpengaruh dan memegang jabatan Menteri strategis di bahwa pemerintahan Presiden Jokowi.

“Parawansa (Khofifah), merupakan salah satu contoh Menteri wanita di negara muslim terbesar di dunia. Ini merupakan contoh kesuksesan sebuah negara dalam memecahkan streotip gender dan agama,” tulis Bloomberg.


Selain Khofifah, tulisan yang terbit pada 27 Juli 2017 lalu itu, menyebutkan sosok Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Bloomberg merilis data dari Inter-Parliamantary Union,  Indonesia merupakan negara paling tinggi rasio perempuan yang menjabat sebagai Menteri dari 10 negara yang memiliki populasi besar. Indonesia memperoleh angka rasio 26 persen, mengalahkan India (18 persen) dan Jepang (16 persen) dan negara berpenduduk terbesar di dunia, China (8 persen).

Data itu belum lagi ditambah dengan kuota perempuan di parlemen Indonesia. Bloomberg mengklaim, Indonesia sukses menerapkan kuota gender yang dibebankan kepada partai politik. Kini, perempuan yang duduk di parlemen mencapai hampir seperlima kursi, naik 8 persen dibandingkan tahun 2003.

“Pada tahun 1995 silam, hanya ada empat negara yang menerapkan kuota gender, berdasarkan penelitian Asia & The Pacific Policy Studies, kini telah 120 negara telah mengadopsi beberapa bentuk kuota gender untuk meningkatkan representasi perempuan,” tulis Bloomberg.

Kendati begitu, Bloomberg menyelipkan catatan bahwa Indonesia masih harus terus meningkatkan kuota gender terutama di sektor ekonomi. Data World bank menunjukkan, Asia Tenggara menempati posisi terendah  untuk urusan partisipasi perempuan di sektor tenaga kerja, yakni hanya sebesar 38 persen, kalah dibandingkan China (44 persen) dan Jepang (43 persen).

Spesialis gender senior di Asian Development Bank di Manila, Imrana Jalal menyebutkan, bersama India, Bangladesh, Turki dan Meksiko, Indonesia juga merupakan negara dengan kesenjangan gender terbesar dalam  partisipasi angkatan kerja berdasarkan laporan dari Standard Chartered.

"Meskipun ada banyak kemajuan, kesetaraan gender adalah agenda yang belum selesai. Menghapus kesenjangan gender terhadap perempuan tidak hanya menjunjung tinggi hak-hak dasar mereka dan mempromosikan keadilan sosial, tapi juga baik untuk pembangunan,” demikian Imrana.[san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya