Berita

Politik

Ternyata, Ide SBY Buat TYI Terinspirasi Dari Bush Institute

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 11:34 WIB | LAPORAN:

Gagasan untuk mendirikan The Yudhoyono Institute (TYI) muncul sebelum presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono mengakhiri jabatannya. Jadi bukan tiba-tiba ada.

Chif Communication Officer The Yudhoyono Institute Ni Luh Putu Caosa Indryani bercerita, saat itu dirinya diminta untuk melakukan riset mengenai lembaga yang didirikan Presiden Amerika Serikat ke-43 George Walker Bush bernama George W Bush institute. Menurut Ni Luh butuh waktu dua tahun untuk meneliti tujuan dari Bush Institut dan dikembangkan menjadi TYI.

"Jadi TYI ini ide dari Presiden SBY sebelum turun. Bahkan sebelum Mas Agus berhenti dari militer, ide ini sudah ada," ujar Ni Luh saat ditemui seusai peresmian TYI di Ballroom Djakarta Theater, Kamis (10/8) malam.


Lebih lanjut Ni Luh menilai, meski chairman dari TYI adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, namun pembentukan TYI jauh dari bayang-bayang Partai Demokrat. Lembaga yang baru diresmikan ini juga bukan sayap partai Demokrat. Namun demikian, Ni Luh tak membantah jika Politik menjadi salah satu bagian dari riset serta kajian yang akan dikembangkan oleh TYI selain ekonomi dan keamanan.

"Ini tidak ada kaitannya dengan Partai Demokrat, jadi berbeda hubungan dengan Partai Demokrat. Kami pisah dari Partai Demokrat, TYI lembaga Independen, tidak terlibat dalam politik praktis," ujar Ni Luh

Saat disinggung mengenai warna merah marun yang dipilih sebagai dasar almamater TYI, Ni Luh menilai pemilihan warna merah marun dengan garis hitam sebagai penguat sisi almamater merupakan perpaduan antara warna merah dalam TYI seperti huruf "Y".

Menurutnya, tidak ada alasan tersendiri mengenai pemilihan warna tersebut, sebab, keseluruhan disain almamater tersebut merupakan karya dari Direktur Utama TYI Agus Harimurti Yudhoyono yang memiliki sisi kreatif. Saat Pilkada DKI Jakarta Februari lalu, sambung Ni Luh, Agus juga mendisain sendiri baju kampanyenya.

"Mas Agus punya sense of art, jadi nggak ada alasan khusus, karena lambangnya saja merah marun," pungkas Ni Luh.[wid]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya