Berita

Deddy Mizwar/Net

Nusantara

Pilkada Jabar Mungkin Panas, Tapi Tidak Separah Jakarta

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 08:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dinamika politik Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat khususnya pada pelaksanaan Pilkada Jabar disinyalir akan bergejolak cukup panas. Meski demikian kondisi perpolitikan di Jabar tidak akan sepanas Pilkada DKI Jakarta 2017.

Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar mengakui dinamika yang akan terjadi. Menurutnya, dinamika politik Pilkada Serentak 2018 di Jabar diprediksi akan berjalan panas.

Dinamika politik pilkada di 16 kabupaten/kota se Jabar dan di Pilkada Jabar sendiri disinyalir cukup bergejolak, sehingga harus mendapat pengawasan dari seluruh unsur agar prosesnya tidak seperti Jakarta.


"Ya mungkin panas, tapi tidak separah Jakarta. Kita nggak mengharapkan itu. Saya beritahukan ke tokoh-tokoh masyarakat, para da'i untuk menjaga kondusifitas menjelang Pilkada 2018," jelas Deddy Mizwar dilansir dari RMOLJabar, Jumat (11/8).

Dikatakan, kondisi di Jabar memang tidak akan terjadi seperti di Jakarta, terlebih di Jabar tidak ada figur atau calon yang akan memicu situasi panas.

"Saya kira tidak akan sama dengan Jakarta, kita tidak kehendaki polarisasi Jakarta terjadi di Jawa Barat," ungkap Deddy Mizwar.

Oleh karena itulah, lanjutnya, untuk meredam gejolak politik tersebut  peran semua pihak dibutuhkan, apalagi luas Jawa Barat dan jumlah pemilihnya yang paling banyak namun rawan dan memerlukan pengawasan ketat.

"Ini provinsi terbesar, kalau Jakarta itu cuma 7 juta pemilih, (Jawa Barat) ini 32 juta pemilih, hampir lima kali lipat, luas wilayah juga besar. Kalau terjadi (polarisasi Jakarta di Jabar) itu memang sangat merepotkan," tukas Deddy Mizwar, yang juga disebut-sebut bakal maju sebagai calon gubernur. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya