Berita

Foto/Net

Politik

Amerika Cuma Empat Tahun, Tapi Pemerintahan Berjalan Baik Tuh

Usulan Masa Jabatan Presiden Enam Tahun
JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 08:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Agar masa kerja Presiden lebih efektif, ada usu­lan masa jabatan orang nomor 1 di Indonesia itu diperpanjang dari lima tahun menjadi enam tahun. Namun usulan ini dianggap sulit terwujud. Soalnya, perpanjangan masa jabatan tidak menjamin pemer­intahan akan berjalan.

Usulan penambahan masa ja­batan Presiden disampaikan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. Saat memberikan pidato mengenang Sutan Takdir Alisjahbana di Taman Ismail Marzuki, Rabu (9/8) malam, Refly menganggap masa jabatan lima tahun kurang efektif untuk presiden bekerja.

"Saya lebih memilih waktu enam tahun (bagi presiden dan kepala daerah) tapi hanya diberlakukan untuk satu masa jabatan. Atau kalau pun ada kesempatan kedua maka tidak boleh ada masa jabatan yang berlanjut. Agar presiden dan kepala daerah bisa berkonsentrasi pada masa jabatannya," usul Refly.


Dia beralasan, dengan sistem demokrasi saat ini, Presiden atau kepala daerah hanya dapat berkon­sentrasi melaksanakan tugas jaba­tannya selama tiga tahun. Sisanya, yakni dua tahun berikutnya pe­merintahan seringkali digunakan presiden atau kepala daerah untuk persiapan dalam mencalonkan diri kembali.

Itu artinya, pada tahun keempat dan kelima mereka sudah disibukkan running kembali pada masa jabatan kedua .

"Yang tidak running lagi sibuk kasak-kusuk menyiapkan putra mahkota," terangnya.

Pemimpin-pemimpin bangsa dan wakil terpilih, sambung Refly mak­simal hanya dapat bekerja selama tiga tahun dari lima tahun masa pemerintahannya. Hitungan dia, pertama bisa dipastikan melakukan penyesuaian. "Setelah itu baru bek­erja untuk pemenuhan janji-janjinya politik hingga tahun ketiga," jelas Refly.

Menanggapu usulan Refly, masyarakat dunia maya langsung bereaksi. "Dilemanya kalau presi­dennya buruk. Tapi kalau rakyat bisa turunkan Presiden ya gak masalah," kata akun @bobbys2410. "Amerika aja cuman 4 tahun, tapi baik-baik saja," timpal akun @b_s_iqbal17_ man.

"Oalah lima tahun saja utang nya selangit pak, apalagi enam tahun, mikir," tolak akun @belalang_hi­jau.

"Di beberapa negara, masa jaba­tan presiden hanya 4 tahun. Oke-oke saja dan banyak berhasil. Contohnya AS, Mexico dll. Yang penting presi­dennya harus OK," kicau akun @ RETombom.

"Dengan masa jabatan 5 tahun, kalau presidennya benar-benar kerja untuk negara, sebenarnya efektif saja," cuit akun @dony_a_f.

Akun @paidjo1000 menilai tam­bahan satu tahun masa jabatan, se­bagaimana yang diusul Refly sangat tanggung. Mendingan, sambung digenapkan menjadi 10 tahun dan bisa mencalonkan diri lagi selama tiga periode.

"Tanggung amat sih pak, cuma nambah satu tahun. Usulkan saja 1 periode 10 tahun, dan bisa men­calonkan 3 kali. Jadi total 30 tahun berkuasa," pesan dia.

Ada yang kontra, tapi tidak sedikit pula yang setuju dengan usulan Refly ini. Bahkan diantara para ne­tizen justru mengusulkan masa jaba­tan Presiden itu seumur hidup, guna menghemat anggaran pemilihan.

"Gimana kalau seumur hidup ajah... Biar negara nggak buang-buang anggaran untuk DPR," saran akun @michaelmaringka_2011 di laman komentar media online. "Kenapa ngga seumur hidup aja boss??? Indonesia makin lama men­jabat makin banyak korupsinya!," cetus @cabecabean123, senada.

Namun, akun @wimutie01 punya syarat. Presiden harus mampu me­makmurkan rakyat dan pertumbu­han ekonomi minimal tujuh lersen setiap tahun.

"Setuju kalau memerintah Indonesia dengan adil & memak­murkan rakyat dengan pertumbuhan ekonomi minimal 7% tiap tahun," tulisnya. "10 tahun. Tapi kalau tidak penuhi janji, ditangkap!," timpal @ adit_p.

"Untuk president bagus sep­erti Jokowi, dua periode aja terlalu singkat. Rakyat Indonesia butuh jokowi minimal tiga periode," usul @eugene007.

Namun demikian, banyak juga yang mencibir wacana Refly ini. Akun @ manazamorano menilai sosok yang pernah ditunjuk sebagai Komisaris Utama salah satu perusahaan BUMN itu punya kepentingan dibalik wacana yang dilontarkannya itu.

"Pakar yang sudah dibeli, sekalian aja 10 tahun, 20 tahun kalah perlu 30 tahun run," sentilnya. "Lima taun aja kelamaan, siapa yang sudi diperintah enam taun, bos??," kritik @knalpotbisinglovers.

"Trus berapa lama boss ?? Tiga bulan aja..??? Lah kaya training kerjaa boss," balas @ahmad_ford.

Sementara akun @anda13 tampak tidak tertarik menyoal seberapa la­manya menjabat, tapi yang dia sorot justru independensi Presiden yang bebas dari tekanan partai politik. "Saran saya, siapa saja yang terpilih menjadi President harus lepas 100% dari Partainya. Totally Independent," pungkasnya. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya