Berita

Ibas/Net

Politik

Ibas Minta Vicktor Laiskodat Segera Klarifikasi

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 06:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Seorang politisi tidak sepatutnya membuat gaduh keadaan dengan memberikan pernyataan yang menyesatkan. Elit politik harus bisa menyampaikan sesuatu yang baik dan membuat situasi politik tanah air semakin tenang.

Begitu kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa ‎Ibas disela Sosialisasi Empat Pilar MPR di Balai Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Pacitan, Jawa Timur beberapa hari lalu.

"Seorang politisi seharusnya bisa menyampaikan sesuatu yang baik, bukan justru membuat kegaduhan baru," ujar Ibas dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (10/8).


Pernyataan itu merupakan tanggapan atas pidato kontroversial yang disampaikan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI Victor Bungtilu Laiskodat, yang turut menyudutkan Partai Demokrat.

Ibas menampik anggapan Victor bahwa partainya merupakan pendukung khilafah. Ditegaskan Ibas bahwa Partai Demokrat merupakan partai semua golongan, bukan pendukung khilafah.

"Jelas azas kami Pancasila dengan mengedepankan nasionalis religius. Justru kamilah yang selalu menyuarakan dan mengaplikasikan semangat kebhinnekaan dan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tukas anggota Komisi X DPR RI ini.

Ibas meminta kepada setiap orang yang sudah merendahkan Demokrat untuk segera meminta maaf di depan publik, termasuk Victor.

"Saya meminta yang bersangkutan untuk meminta maaf dan mengklarifikasi ucapannya yang tendensius dan bermuatan politik tersebut," desaknya.

‎Ibas juga meminta kepada semua pihak untuk bisa memaknai Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Untuk itu, elit politik harus senantiasa menjaga ucapan dan menjauhkan diri dari pikiran kotor.

"Jauhilah sifat piktor (pikiran kotor), jadikan Pancasila sebagai alat pemersatu bukan alat untuk memecah belah, apalagi membuat negara kita seperti terkotak-kotak," tukas putra SBY ini. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya