Berita

Politik

Gerakan Radikalisme Harus Segera Diatasi

KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 | 19:43 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Radikalisme berkembang karena kemampuan kelompok radikal memakai teks-teks keagamaan sesuai dengan tafsir mereka sendiri dalam perjuangannya. Hal ini pun didukung oleh situasi ekonomi masyarakat yang mendukung timbulnya gerakan radikalisme.

"Teks keagamaan digunakan untuk mengindroktrinasi orang-orang yang punya ekonomi lemah sehingga menjadi radikal dan mau melakukan aksi terorisme. Meski akhirnya saya menyadari terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan para jihadis," kata mantan napi terorisme, Sofyan Tsauri, dalam diskusi Kamisan Taruna Merah Putih (TMP), di Menteng, Jakarta Pusat (10/8).

Diskusi Kamisan yang dimoderatori oleh Twedy Ginting ini membahas gerakan radikalisme dan metamorfosisnya serta strategi dan peran pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi gerakan radikalisme. Diskusi Kamisan menghadirkan narasumber Zuhairi Misrawi, Jhoni Jhuhana mewakili Densus 88, Adin Jauharudin mewakili aktivis Islam dan Sofyan Tsauri mantan napi terorisme.


Adin Jauharudin menyatakan gerakan radikalisme merupakan suatu siklus. Sehingga harus ditelaah secara utuh. Terlebih gerakan radikalisme di Indonesia punya afiliasi dengan radikalisme internasional. Diperlukan langkah konkret mengatasi gerakan tersebut.

"Gerakan radikalisme harus segera diatasi. Terlebih untuk menyelamatkan generasi muda. Sehingga tepatlah langkah pemerintah menerbitkan perppu nomor 2 tahun 2017 untuk mengatasi gerakan radikalisme demi keutuhan bangsa Indonesia," tegas Adin.

Jhoni Jhuhana mengungkapkan ada empat ciri kelompok radikal, yakni intoleran, Fanatisme, Eklusif, dan Revolusioner.

"Bila ada individu yang sudah menolak keberagaman dan memaksakan keyakinannya kepada orang lain. Maka orang tersebut termasuk kelompok radikal. Dan bila orang tersebut juga mulai hidup secara eksklusif atas ciri-ciri yang diyakini dan bertindak radikal, maka sudah menjurus ke arah aksi terorisme.

Zuhairi Misrawi menyampaikan pelaku gerakan radikalisme dan terorisme yang berusaha mengganti sistem negara Indonesia karena tidak memahami sejarah berdirinya bangsa Indonesia yang penuh toleran atas dasar Pancasila.

"Pancasila adalah ideologi dan dasar negara yang telah mempersatukan semua keanekaragaman di Indonesia. Sehingga Pancasila harusnya kita sebarkan ke seluruh dunia. Bukan mengimpor sistem nilai lain ke Indonesia," ungkap Zuhairi.

Di akhir diskusi, semua narasumber sepakat untuk mengatasi gerakan radikalisme bersama-sama. Terlebih di era massifnya penggunaan media sosial. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya