Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono: Rapopo Mencla-mencle Daripada Jadi Kacung Neolib

KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 | 14:46 WIB | LAPORAN:

. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono nampaknya tidak mau ambil pusing dengan pernyataan koleganya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang menyebut dirinya mencla-mencle.

"Rapopo mencla-encle daripada jadi kacung neolib," kata Arief dalam keterangan terulisnya kepada redaksi, Kamis (10/8).

Ia lebih memilih dianggap mencla-mencle ketimbang dianggap sebagai politisi neolib seperti Fadli Zon.


"Lebih baik dianggap mencla-mencle atau jadi kacungnya Amerika Serikat? Dimana ada politisi Indonesia yang sangat bangga ikut hadir dan ikut memberikan dukungan pada saat capresnya Amerika Serikat Donald Trump kampanye. Sedih saya sama model politisi yang mentalnya mental kacung tapi topengnya nasionalis. Mana bisa maju Negri ini Kalau banyak politisi yang bermental kacung Asing," ketusnya.

Arief menegaskan bahwa apa yang disampaikannya dengan memuji Presiden Joko Widodo sebenarnya merupakan sebuah kejujuran.

"Kinerja ekonomi pemerintahan Joko Widodo cukup baik. Ya rapopo," imbuhnya.

Faktanya, menurut Arief, mendekati tiga tahun pemerintahan Joko Widodo, kinerja ekonominya menunjukan perbaikan. Hal itupun sudah dirasakan masyarakat.

"Masa iya sih kita bilang Joko Widodo yang udah mati-matian kerja keras dinilai gagal. Biar masyarakat yang menilai pernyataan saya yang katanya memuji Joko widodo setinggi langit dianggap mencla-mencle. Memang salah memuji presiden negara kita sendiri, memang salah membuat prediksi Joko widodo mungkin bisa dua periode memimpin jika dengan prestasi kinerja ekonominya jika Joko Widodo mencalonkan diri lagi," jelasnya.

Sebelumnya, Fadli Zon pernah menuding Arief bersikap mencla-mencle. Dimana Arief telah memuji Presiden Joko Widodo setinggi langit setelah sebelumnya menyebut 'wajar PDIP disamakan dengan PKI'. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya