Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

The Imam and The Pastor Ajarkan Anak Muda Kesampingkan Ego

KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 | 09:58 WIB | LAPORAN:

Puluhan anak muda Jakarta dari berbagai latar belakang nonton bareng (nobar) film The Imam and The Pastor sambil berdiskusi tentang membina kedamaian dan merawat keragaman bertajuk tema 'Dari Konflik Menuju Damai (#FromConflictToPeace)'.

Selain untuk menyambut kedatangan Imam Asshafa dan Pastur James Wuye yang difilmkan dalam dokumenter tersebut, kegiatan yang diinisiasi Pusad Paradina ini sekaligus dalam rangka peringatan dirgahayu ke-72 RI dan pembuka dari rangkaian aktivitas peringatan ulang tahun ke-17 Yayasan Tifa.

Menurut Direktur Eksekutif Pusat Studi Agama dan Demokrasi (Pusad) Universitas Paramadina, Ihsan Ali Fauzi, film The Imam and The Pastor merupakan medium yang baik bagi anak muda untuk belajar memahami dan menyikapi perbedaan tanpa kekerasan. Bahkan, melalui film ini, anak muda bisa belajar bagaimana kekerasan yang dipicu perbedaan agama kemudian dapat berproses menuju bina damai.


"Kita bisa belajar banyak dari bagaimana Pastur James dan Imam Asshafa mengesampingkan ego dan perbedaan masing-masing, kemudian bekerja sama menghentikan kekerasan yang menelan banyak korban, termasuk keluarga dan teman mereka," ujar Ihsan sebagaimana rilis dari Pusat Paramadina, Kamis (10/8).

Lebih lanjut, Ihsan mengatakan, dalam film ini, bisa dilihat bagaimana perbedaan yang disikapi dengan kekerasan menciptakan penderitaan tanpa ujung. Oleh sebab itu, anak muda yang belajar sejak upaya bina damai sejak dini diharapkan dapat mencegah kemungkinan terjadinya konflik kekerasan di masa yang akan datang.

"Anak muda adalah penopang utama generasi masa depan. Di tangan mereka lah kekerasan bisa dicegah, terutama dalam konteks konflik antara agama," tambahnya.

Sejalan dengan pendapat Ihsan, Direktur Eksekutif Yayasan Tifa Darmawan Triwibowo menambahkan, pemutaran film ini menjadi pembuka diskusi bagaimana menumbuhkan sikap toleransi dan kemampuan untuk berdamai dengan perbedaan.

"Tifa percaya bahwa kemampuan memahami dan menghargai keberagaman adalah kunci (bagi kita semua) untuk membangun tatanan sosial yang damai di tengah dunia yang kian terhubung, kompleks, dan makin majemuk. Intoleransi hanya akan membawakan diskriminasi, sedangkan diskriminasi akan melecut kebencian yang pada akhirnya akan melahirkan kekerasan," paparnya.

Pemutaran yang dilakukan di Paviliun 28 Jakarta ini merupakan kegiatan pembuka dari rangkaian nonton bareng di berbagai komunitas. Selain di Paviliun 28, film ini juga akan diputar di beberapa tempat lainnya, salah satunya di Katedral Jakarta pad 14 Agustus 2017 nanti.[wid]

 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya