Berita

Hukum

Kapolrestro Bekasi Pastikan Joya Tidak Punya Catatan Kriminal

KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 | 09:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Korban pembakaran di Bekasi, Muhammad Alzahra (MA) alias Joya (30) belum pernah memiliki catatan kriminal maupun pencuri sebelumnya. Hal itu dikatakan Kapolrestro Bekasi Kombes Asep Adi Saputra.

"Menurut catatan (kriminal) tidak ada. Keluarga korban juga tidak pernah mengatakan itu," ungkap Asep kepada wartawan, Kamis (10/8).

Selama ini, Joya dikenal sebagai pribadi yang baik. Dirinya berprofesi sebagai seorang montir atau tukang servis. Joya melakukan aktivitas jual beli amplifier untuk menafkahi keluarganya. Dia membeli amplifier bekas, kemudian dijual kembali setelah selesai diperbaiki.


"Bahwa benar saudara MA berprofesi sebagai montir atau servis amplifier. Dia juga menjual amplifier yang dia beli, kalau rusak dia perbaiki dan dia jual lagi," terangnya.

Akan tetapi, peristiwa nahas mengakhiri profesi Joya, diadili massa dan dibakar hidup-hidup hingga tewas mengenaskan. Pasalnya, pria satu anak itu dituding mencuri satu unit amplifier milik mushala Al Hidayah di Babelan, Kabupaten Bekasi.

"Mohon dijelaskan pada publik bahwa berdasarkan pendalaman kita ke saksi-saksi, kita menduga keras bahwa MA (Joya) adalah pelaku pencurian," pungkasnya.

Dalam peristiwa tersebut, polisi telah meringkus lima tersangka dengan peran yang berbeda. Mereka adalah NNH (40) dan SH (40) yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap korban. Mereka diketahui memukul korban menggunakan tangan kosong dan kayu balok hingga Joya tidak berdaya.

Kemudian AL (19), KR (56) yang diketahui sebagai orang yang menendang korban di bagian kepala dan badan korban. Serta SD (27) selaku orang yang membeli bensin dan menyiramkan ke arah korban. Setelah itu membakarnya hingga tewas mengenaskan. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya