Berita

Foto/Net

Politik

Jokowi Jangan Sampai Tertipu Agenda Terselubung Khofifah

KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 | 07:16 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Melihat secara objektif kinerja para menteri Presiden Jokowi dan bersamaan sedang ramai isu reshuffle kabinet, maka Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa layak dipecat.

Demikian diungkapkan Koordinator Komunitas Cinta Bangsa (KCB) Imam Rohmatulloh dalam keterangan tertulis sesaat lalu (Kamis, 10/8).

Jelas Imam, ada empat alasan kenapa ketua umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) layak dicopot dari kursi menteri.


Pertama, Khofifah sudah terlalu sibuk mengurusi rencana pencalonan sebagai calon gubernur Jawa Timur dan mengabaikan tugas sebagai menteri.

"Akhir-akhir ini Khofifah kerjanya mirip sebagai calon gubernur Jatim, bukan sebagai menteri. Banyak kegiatan dipusatkan di Jatim, padahal di Jatim sudah gubernur dan wakil gubernur yang sedang bekerja serius mengurus rakyat," ujar Imam.

Kedua, Khofifah sudah tidak fokus mengurus kemiskinan yang menjadi amanah sebagai menteri. Khofifah gagal fokus sebagai menteri dan frame terbangun dalam bekerja lebih pada kerja politik pencitraan bukan bekerja mensukseskan program Presiden Jokowi.

Ketiga, kewenangan, kemampuan tugas dan anggaran negara terpakai untuk biaya pencitraan dalam rangka pencalonan sebagai cagub Jatim.

"Hal ini dapat dikatakan, Khofifah ingkar amanah. Fasilitas yang negara berikan dipergunakan untuk kepentingan pribadi dalam rangka, untuk mencalonkan sebagai gubernur," sebut Imam.

Keempat atau terakhir, Presiden Jokowi jangan sampai tertipu dengan agenda terselubung Khofifah, menggunakan fasilitas negara untuk kampanye pribadi. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya