Berita

Jimly/net

Politik

Dana Haji Untuk Infrastruktur, Jimly: Itu Hanya Gorengan Pemerintah Dan Politisi

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 21:04 WIB | LAPORAN:

Penggunaan dana haji untuk investasi dan infrastruktur sesungguhnya sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 34 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, utamanya terkait pembentukan Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Jadi itu sebenarnya sudah ada didalam undang-undang haji dan BPKH, dibentuk. Dana haji semua masalah ini di goreng apa aja yang dilakukan pemerintah itu digoreng," kata Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/8).

Untuk itu, Jimly berharap masyarakat tak boleh ikut larut dalam polemik tersebut. Undang-Undang tentang Pengelolaan Keuangan Haji dan dibentuknya BPKH sudah lama diperdebatkan lalu di kasih rambu-rambu aturannya.


"Saya rasa ini hanya respons politisi aja dan tentu ada baiknya ini juga saling mengingatkan supaya BPKH pengurus dan pengawasnya yang baru dilantik ini bekerja dengan kehati-hatian, dengan amanah karena semua mata melihat mereka," lanjutnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan bahwa pengelolaan dana haji sesungguhnya sudah sah seperti yang diatur dalam undang-undang. Saat ini tinggal menunggu kerja BPKH untuk memutuskan dana itu bisa diinvestasikan di proyek apa.

"Maksudnya untuk itu bukan untuk di anggurin, enggak, bukan untuk dibagi-bagi enggak. Maksudnya uangnya itu jangan sampai tidak tumbuh. Nah kalau mau di investasikan harus yang aman, apa yang aman proyek infrastruktur pemerintah pasti untung, enggak ada ruginya. Kalau investasi swasta ya jangan belum tentu untung, belum tentu rugi. Jadi infrastruktur jalan tol sudah pasti untung. Soal itungan aja itu paling aman," demikian Jimly.[san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya