Dualisme yang terjadi di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat membuat pihak DPRD harus turun tangan. Pada 17 Juli lalu, DPRD Jabar mengundang para pihak terkait untuk dimintai pendapat.
Para pihak yang diundang mewakili pemerintah, legislatif, dan pihak-pihak yang berselisih pendapat. Diantaranya Siti Aisyah, Saca Suhendi, Yudha M. Saputra selaku kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Jabar, serta beberapa perwakilan pemerintah seperti Biro Hukum Setda Provinsi Jabar dan Kesbangpos Jabar.
Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi V DPRD Jabar Syamsul Bachri, para pihak diminta untuk memahami bahwa gubernur berkeinginan konflik di tubuh KNPI dapat diselesaikan secara bijak. Maka tidak akan ada pencairan anggaran apapun sebelum rekonsiliasi terwujud.
Hasil rapat telah disampaikan kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Namun, dalam perkembangannya, kelompok Saca Suhendi bersikeras akan membuat musyawarah daerah yang rencananya diselenggarakan pada 26-27 Oktober mendatang.
Menyikapi langkah tersebut, Ketua KNPI Jabar Siti Aisyah memastikan bahwa pihaknya siap melaksanakan rekonsiliasi sesuai arahan gubernur.
"Kami siap melaksanakan rekonsiliasi. Secara teknis, rekonsiliasasi dapat dicapai dengan musda bersama. Memang betul bahwa mekanisme musda bersama tidak disebutkan dalam AD/ART KNPI tapi ini bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan," jelas Siti dalam keterangannya, Rabu (9/8).
Wakil Ketua KNPI Jabar Yosi Wihara berpendapat bahwa rencana pengurus KNPI kubu Saca melaksanakan musda sendiri bertentangan dengan semangat rekonsiliasi pemuda Jabar. Hal itu juga bertentangan dengan saran gubernur dan rekomendasi yang disampaikan DPRD.
"Untuk menyelamatkan kepemudaan di Jawa Barat solusinya adalah musda bersama. Jika tidak dilaksanakan oleh dua pihak yang berkonflik, ini merupakan upaya untuk memelihara dualisme dan membuat konflik menjadi berkepanjangan," bebernya.
Yosi juga mengingatkan para pihak untuk lebih jeli melihat kondisi agar semua bisa lebih jernih dalam memutuskan jalan keluar yang terbaik bagi KNPI Jabar.
"Saya pikir Bu Siti Aisyah sudah sangat rendah hati untuk bersedia melakukan rekonsiliasi melalui musda bersama, padahal masa jabatannya masih lama. Maka secepatnya gubernur Jabar harus bersikap akan kondisi kepemudaan di Jabar," pungkasnya.
[wah]