Berita

Hendri Tanjung/Dok

Bisnis

PBB: Utang RI Bikin Rakyat Jadi Budak Di Negeri Sendiri

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 16:52 WIB | LAPORAN:

Total utang Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi tercatat saat ini mencapai Rp 3.700 triliun.

Utang ini naik sekitar Rp 1.400 triliun karena sebelum Jokowi menjadi presiden, terutama di masa pemerintahan SBY, utang Indonesia senilai Rp 2.700 triliun.

Menurut Ketua Bidang Ekonomi Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB), H. Hendri Tanjung, utang Indonesia ini akan mengakibatkan pada debt trap, pendapatan negara tersedot untuk mencicil utang dan intervensi asing dalam pembuatan UU.


"Dan akibat utang ini rakyat susah serta akan terjadi 'perbudakan' atas negeri dan penduduknya," jelas Hendri yang hadir sebagai narasumber tunggal diskusi bertajuk "Ekonomi Berbasis Utang" dimarkas DPP PBB kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Selain itu, Hendri juga menyebut ada empat negara yang sama sekali tidak memiliki utang alis bebas dari utang. Keempat negara itu, yakni Macau (Las Vegasnya China, tetangga Hongkong), British Virgin, Lichtenstein, dan Palau.

"Populasi Macau sekitar 557 ribu orang, British Virgin bebas pajak dan bebas visa, Lichtenstein populasinya 35 ribu, dan Palau memiliki 300 pulau populasinya 21 ribu," papar Hendri yang juga dosen Universitas Ibnu Khaldun, Bogor ini.[wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya