Berita

Bisnis

Ketua DEN Dorong EBT Dalam Komposisi Energi Nasional

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 13:49 WIB | LAPORAN:

Seminar National Energy Summit (NES) 2017 yang digagas oleh Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara (SP PLN) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan BEM Fakultas Teknik UI, beberapa waktu lalu, menghasilkan beberapa masukan penting untuk kemajuan ketenagalistrikan di Indonesia. Salah satunya menyangkut sistem keterlistrikan di Indonesia.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik dan Kawasan Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, untuk membuat sistem kelistrikan di Indonesia handal, diperlukan kerjasama bidang terkait, misalnya dengan Kementerian teknis ESDM serta sinergi antara BUMN energi seperti Pertamina, PGN dan PLN.

"Sebaiknya reserve margin sekitar 30 persen. Tidak boleh terlalu berlebih demikian juga tidak boleh terlalu kecil karena sangat beresiko terhadap biaya dan keandalan. Kita harus mencari reserve margin yang tepat," katanya.


Narasumber lainnya, Iwa Garniwa dari Universitas Indonesia sepakat keberadaan pembangkit listrik swasta harus dibatasi.

"Kalau alasan PLN tidak punya pendanaan untuk membangun, itu adalah alasan yang tidak tepat. Seharusnya setelah revaluasi aset maka PLN punya kemampuan untuk mendapatkan pendanaan 3x lebih besar dari equity nya", lanjutnya.

Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Prof. Tumiran menambahkan, Kebijakan Energi Nasional harus mendorong energi baru dan terbarukan (EBT) dalam komposisi energi nasional.

"Memang pada awalnya EBT itu lebih mahal dari energi fosil karena biaya investasi awalnya yang sangat besar seperti PLTA yang harus membangun bendungan atau PLTP yang harus melakukan pengeboran mencari sumber uap, namun untuk jangka panjang sangat kompetitif," katanya.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya