Berita

Amirullah Hidayat/Net

Politik

Relawan Jokowi: Ancaman Partai Cak Imin Ke Jokowi Kekanak-kanakan

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 08:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ancaman PKB untuk menarik dukungan kepada Jokowi di 2019, jika kebijakan lima hari sekolah tetap diterapkan Kemendikbud dinilai sebagai sikap yang kekanak-kanakan.

Koordinator Koalisi Relawan Bicara Jokowi-JK Amirullah Hidayat mengaku kecewa sekaligus mengecam sikap main ancam yang ditunjukkan partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu.

"Kami, selaku Relawan Jokowi menilai bahwa Muhaimin sebagai ketua umum PKB merasa sudah jumawa sehingga bisa main ancam terhadap presiden. Ini Kekanak-kanakan," tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (9/8).


Amirullah menilai bahwa PKB merupakan partai pendukung yang paling banyak menikmati kekuasaan. Ini terlihat dari jumlah menteri yang dipercayakan Presiden Jokowi kepada PKB.

"Jadi jangan seolah-olah PKB tidak mendapatkan apa-apa di pemerintahan. Kita mau Cak Imin cs segera membuat pernyataan maaf kepada presiden dan masyarakat sikapnya yang congkak itu," harapnya.

Jika Cak Imin tidak segera meminta maaf, maka dikhawatirkan akan menimbulkan efek domino budaya main ancam di dalam perpolitikan tanah air.

"Kalau Cak Imin tidak meminta maaf kepada Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia, maka kita meminta presiden untuk mencopot semua menteri yang berasal dari PKB. Kami pastikan tanpa PKB, Jokowi akan tetap terpilih kembali di 2019," pungkasnya.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara konsisten menyerukan penolakan terhadap kebijakan lima hari sekolah yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. PKB berdalih bahwa sekolah lima hari berpotensi mematikan pendidikan berbasis kerakyatan seperti Madrasah Diniyah.

Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Maman Imanulhaq bahkan sempat mengeluarkan ancaman mencabut dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019.

"Jangan sampai teriakan kita dianggap teriakan biasa, ini teriakan serius, penolakan ini akan kita rumuskan dan disampaikan ke DPR RI. Kalau tidak ditanggapi Presiden, maka dapat kita katakan Jokowi sudah tidak berpihak kepada masyarakat diniyah, Jokowi menipu umat Islam, Jokowi tidak perlu kita pertahankan di 2019," kata Maman Imanulhaq. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya