Berita

NU tolak FDS

Politik

DPR: Sistem Belajar 8 Jam Sehari Justru Baik Untuk Madrasah Diniyah

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 00:28 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi X DPR Amran meminta masyarakat tidak cepat memvonis wacana penguatan pendidikan karakter yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui kebijakan lima hari sekolah dalam seminggu dan 8 jam sehari akan memberatkan anak didik dan mematikan madrasah diniyah (Madin).

Jika diteliti lebih dalam, wacana tersebut justru bakal menaikkan Madin.

"Hasil kegiatan belajar di Madin nantinya bisa dikonversi menjadi komponen nilai mata pelajaran agama. Jadi, bukan mematikan Madin, malahan Madin bisa menjadi partner sekolah dalam pembentukan karakter siswa. Itu penjelasan Mendikbud (Muhadjir Effendy)," kata Amran, (Selasa, 8/8).


Sebelum menyelenggarakan program ini, lanjutnya, Kemendikbud sudah menjamin bahwa hak-hak pelajar tidak dikesampingkan dengan sistem itu. Hak pejalar untuk dibimbing dan diarahkan sesuai minat, bakat, dan potensi masing-masing akan dipenuhi dengan baik.

"Hak pelajar ini juga termasuk kesempatan untuk berkreasi dan mengembangkan minat dan bakat," jelasnya.

Penguatan pendidikan karakter yang disusun Kemendikbud, tambahnya, akan melibatkan keluarga dan masyarakat sebagai pembimbing secara kolaboratif bersama pihak sekolah.

"Bentuknya, proses pendidikan bisa dilakukan di tengah-tengah kampung, masjid, gereja, taman, dan tempat-tempat umum lainnya," katanya.

Saat ini program 8 jam sehari sekolah terus menuai penolakan, khususnya dari kalangan Nahdlatul Ulama. Salah satu alasannya, karena 8 jam sehari akan mematikan Madin. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya