Berita

Bilal Tagirov Kembali ke ibunya/RT

Dunia

Dua Tahun Dibawa Ayahnya Gabung ISIS Di Irak, Bocah 4 Tahun Ini Pulang Ke Rusia

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 20:04 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Anak-anak selalu menjadi korban tak berdosa dalam perang. Termasuk dalam perang melawan kelompok militan ISIS di Irak.

Otoritas Rusia baru-baru ini memulangkan seorang bocah laki-laki berusia empat tahun dari Irak. Bocah bernama Bilal Tagirov itu dibawa kabur sang ayah, Khasan Tagirov yang pergi ke Suriah sebelum ke Irak tahun 2015 lalu.

Russia Today wal pekan ini mengabarkan bahwa ibu sang bocah, Zalikha Ashakhanova mengaku hancur saat anaknya diculik suminya sendiri.


"Selama dua tahun terakhir saya berharao anak saya akan kembali," kata Zalikha.

Ia kerap mengikuti pemberitaan soal ISIS di Irak dan Suriah sambil terus mencari kabar soal anaknya. Hingga akhirnya ia melihat anaknya kembali untuk pertama kali tahun ini melalui video dari kota Mosul yang baru dibebaskan dari ISIS yang dipublikasikan di internet.

"Setelah melihat video dengan anak saya, saya terkejut. Saya tidak melihatnya selama dua tahun dan langsung mengenalinya. Dia hampir tidak berubah," sambung Zulaikha.

Dalam video itu, Zalikha melihat suaminya, atau ayah dari Bilal berada di belakangnya dan seluruh keluarga langsung mengenalinya.

Ia dan keluarga pun segera mencari bantuan ke kantor  kejaksaan. Kepala Republik Chechen, Ramzan Kadyrov, kemudian membantu mengatur operasi pencarian dan penyelamatan anak tersebut.

Setelah upaya panjang, Bilal akhirnya dipulangkan dari Baghdad ke Grozny pekan lalu.

Dalam video yang dipublikasikan Russia Today, bocah tersebut tampak tidak mengenali ibu dan keluarganya yang menyambut dirinya dengan haru.

Rusia kini berupaya untuk memulangkan anak-anak yang dibawa oleh orang tuanya yang bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah.

Menurut Samih Beno, seorang politisi Yordania asal Chechnya, 48 anak di bawah umur yang kemungkinan merupakan anak-anak warga Rusia, sekarang ditahan di sejumlah tempat penampungan Irak yang berbeda. Mereka ditinggal mati orang tua mereka dan tidak tahu dari mana asal mereka serta berapa umur mereka. Terlebih, anak-anak tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen yang mempersulit penelusuran asal mereka.

Beno yang juga kepala Asosiasi Teman Republik Chechnya di Yordania, membantu memulai evakuasi dan bertindak sebagai mediator selama pembicaraan antara perwakilan berbagai negara dan organisasi publik internasional. Tidak ada tanggal yang pasti mengenai kapan anak di bawah umur tersebut dapat dibawa pulang ke rumah mereka karena proses kembalinya mereka penuh dengan komplikasi hukum. Untuk membawa anak-anak kembali, harus dipastikan mereka semua warga negara Rusia.

Beno menyebut proses itu tidak mudah karena anak-anak tersebut tidak diketahui identitasnya. Karena itu, anak-anak tersebut harus menjalani tes DNA untuk membuktikan bahwa mereka adalah saudara dengan orang-orang yang mengaku demikian. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya