Berita

Ilustrasi/Net

Global

Studi: Angka Kekerasan Dan Bunuh Diri Melonjak Drastis Di Timur Tengah

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 18:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tindakan kekerasan, termasuk bunuh diri, pembunuhan serta serangan seksual mengalami peningkatan lebih cepat di kawasan Timur Tengah dibandingkan daripada negara-negara lain di dunia,

Merujuk pada studi yang dialkukan oleh peneliti dari University of Washington di Seattle, kematian karena hal yang membahayakan diri sendiri, seperti bunuh diri, mengalami peningkatan lebih dari 100 persen dalam 25 tahun terakhir di kawasan tersebut. Sedangkan kekerasan interpersonal naik 152 persen menjadi 35 ribu.

Masih dalam studi yang sama, ditemukan bahwa di belahan lain di dunia selama periode yang sama, jumlah kematian akibat bunuh diri meningkat 19 persen, sedangkan kekerasan interpersonal naik sebesar 12 persen.


"Kekerasan yang sulit diatasi dan endemik menciptakan generasi anak-anak dan orang dewasa yang hilang," kata Dr Ali Mokdad, penulis utama studi tersebut yang juga merupakan direktur Inisiatif Timur Tengah di IHME.

"Masa depan Timur Tengah suram kecuali kita bisa menemukan cara untuk membawa stabilitas ke kawasan ini," tambahnya.

Dalam tersebut diketahui bahwa perang dan kekerasan adalah penyebab kematian di Suriah, Irak, Afghanistan dan Libya pada tahun 2015 lalu.

Bukan hanya itu, dalam studi tersebut juga ditemukan bahwa angka untuk gangguan kesehatan mental juga mengalami peningkatan, seperti depresi atau kecemasan. Dua kasus itu diketahui lebih banyak mempengaruhi wanita daripada pria.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa orang-orang di daerah tersebut menderita dua jenis kekurangan gizi, yakni makanan yang tidakmencukupi dan juga jenis makanan yang salah. Demikian seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya