Berita

Dari kiri ke kanan: Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi; Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang; jurubicara KPK, Febri Diansyah/Lilis Varwati

Hukum

Kejar Pajak Hingga Rp 1.307 Triliun, Dirjen Pajak Minta Dukungan KPK

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 18:43 WIB | LAPORAN:

Targetkan pendapatan pajak hingga Rp 1.307 triliun pada tahun ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) minta dukungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Siang tadi, Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi, menemui Pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta.

"Tadi saya kerjasama institusional dengan KPK, bahwa pajak ini yang ditargetkan sekarang Rp 1.307 triliun sampai akhir tahun ini, DJP ya, bukan perpajakan. Dan kita minta dukungan KPK karena hasil pajak ini bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat dan meningkatkan daya beli seluruh masyarakat," jelas Ken kepada wartawan, didampingi Wakil Ketua KPK, Saut Sitomorang.

Ken menyorot kasus korupsi dana desa yang ditangani KPK. Padahal, dana desa adalah salah satu faktor yang bisa meningkatkan daya beli masyarakat pedesaan Jika ekonomi dan pertumbuhan desa berjalan, maka pembayaran pajak pun akan terus lancar.


"Uang pajak yang dikorupsi dari dana desa, ya tentu saja orang pajak paling marah. Karena dicari susah-susah, gunanya untuk meningkatkan daya beli dan pertumbuhan, malah dipakai untuk kepentingan sendiri," ucap Ken.

Sementara, Saut menilai permasalahan pajak terletak pada kepatuhan pembayar pajak. Kerjasama antara Dirjen Pajak dengan KPK juga bukan "barang baru". Pada kerjasama sebelumnya, kata Saut, Dirjen Pajak berhasil mengumpulkan pendapatan pajak Rp 5 triliun.

"Intinya, tidak ada negara yang mampu bertahan tanpa pajak. Setelah kemarin kami koordinasi dengan Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) soal cukai, berikutnya pajak. Jadi ada impian-impian besar yang memungkinkan kita lebih efisien dan efektif dalam beberapa periode ke depan agar kita dapat mengejar APBN ke lebih berimbang," jelas Saut.

"Intinya KPK akan mendorong, karena ada keinginan untuk berubah, tapi ada juga kelompok-kelompok yang tidak ingin berubah. Tapi kami ada di belakang Dirjen Pajak," tambah Saut. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya