Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Jangan Nilai Kinerja DPR Dari Kuantitas UU

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 17:51 WIB | LAPORAN:

Fahri Hamzah menolak tolak ukur prolegnas dinilai dari kuantitas UU yang dihasilkan oleh parlemen.

Wakil Ketua DPR RI itu merasa, pemerintah harus turut bertanggungjawab dan jangan hanya karena menjadi kepentingan pemerintah, kemudian proses legislasi UU dikondisikan agar cepat selesai.

"Kalo pemerintah insisted bahwa itu penting maka itu cepat, karena pemerintah bisa mengkonsolidasikan fraksi-fraksinya di DPR," ujar Fahri dalam diskusi legislasi "perlukah penyederhanaan target prolegnas memasuki tahun politik?" di Media Center DPR, Senayan, Selasa (8/8).


Dia menyebutkan, proses di DPR dan pemerintah tidak dapat disamakan. Kuantitas prolegnas pemerintah lebih banyak karena dikerjakan banyak departemen. Menurutnya, pemerintah juga memiliki kewenangan legislasi mandiri melalui perppu.

Fahri meminta presiden untuk lebih tegas dalam melakukan politik legislasi. Ia khawatir ada kendali dari eselon I atau II dalam pemerintahan dalam legislasi yang diajukan presiden yang menurutnya memperlama proses di DPR.

"Saya khawatir ini dikendalikan oleh eselon I atau eselon II, jadi kalau masuk DPR ya berantem" ujarnya.

"Jadi yang lama itu bukan DPR tetapi dari sananya." [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya