Berita

JK/net

Hukum

Novel Tak Kooperatif Dengan Poilisi, JK: Dia Kan Masih Sakit

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 15:43 WIB | LAPORAN:

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yakin penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan akan kooperatif untuk menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Polri.

Menurut JK, sikap Novel yang ragu dengan kepolisian ataupun tim investigasi yang dibentuk oleh Polri karena memang keadaannya yang belum membaik. JK juga menilai wajar apabila Novel menolak permintaan polisi untuk mengisi Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Ya dia kan masih keadaan sakit, ya mungkin itu alasannya. Pada waktunya pasti. Novel kan itu mantan polisi. Jadi dia tahu jalurnya, caranya, itu harus terbuka, diperiksa," kata JK kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (8/8).


JK menambahkan, kasus Novel yang memang banyak dinilai cenderung agak lama dituntaskan karena memang kerabat Anies Baswedan itu disuruh istirahat dulu oleh dokter.

"Sehingga dia (Novel) tidak boleh dulu stress lah gitu. Tidak boleh berpikir panjang, karena itu dikhawatirkan matanya itu," kata JK.

JK pun yakin tim investigasi Polri dan Kapolda Metro Jaya dibawah kepemimpinan Irjen Idham Aziz bisa dengan cepat menuntaskan kasus yang menimpa

"Ya polisi kan sudah berusaha sedemikian rupa, memang kasus seperti itu ada yang mudah, ada yang sulit. Tapi dengan tim yang dibentuk oleh Kapolri, dan juga Kapolda yang baru, saya yakin dipercepat," tegas JK.

Sebelumnya, kepolisian mengklaim, salah satu kendala pengusutan kasus tersebut yakni karena adanya penolakan Novel untuk mengisi BAP.

Novel Baswedan pun menilai polisi sejak awal tidak berniat mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpanya. Hal ini terlihat setelah selama tiga bulan kasus tidak kunjung menemukan titik terang.

Novel menduga, ada oknum Polri, bahkan hingga tingkat jendral yang terlibat dalam kasusnya. Hal ini, kata Novel, yang membuat kepolisian seakan setengah hati menyelesaikan masalah ini.

Namun, Novel mengaku tidak mengetahui alasan kepolisian tidak berani mengungkap kasus ini hingga tuntas. Selama ini, ia hanya menerka dan menduga-duga alasannya. Teror-teror kepada penyidik KPK kata Novel bukan hanya menimpa dirinya dan bukan kali pertama terjadi. Sudah banyak teror serupa yang tidak terpublikasi dengan baik.

Menurutnya, masalah ini tidak boleh dibiarkan terjadi dan ditutupi. Pemerintah dan kepolisian harus berani mengambil sikap terkait teror-teror yang ditujukan kepada penyidik KPK.[san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya