Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

30 Warga Jepang Ikut Tanam Benih Meranti Di Pelalawan

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 15:06 WIB | LAPORAN:

Japan Agency for Environmental Business and International Tropical Timber Organization (ITTO) menyatakan bahwa Indonesia menjadi aktor utama dalam mencegah perubahan iklim global. Semua pihak harus mendukungnya.

"Indonesia merupakan aktor penting dalam perubahan iklim dan menekan laju deforestasi," kata Project Manager ITTO Dr. Ma Hwan-ok pada penanaman pohon dilandskap Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, kemarin.

ITTO bekerja sama dengan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas menanam pohon Meranti untuk membantu restorasi dan perlindungan hutan alam di Landskap Kerumutan, di Desa Sorek, Kabupaten Pelalawan.


Penanaman pohon tersebut diikuti sekitar 30 warga Jepang mulai dari relawan, akademisi, peneliti hingga jurnalis.

Ma Hwan-ok menyatakan, masyarakat dunia membutuhkan aksi lebih lanjut untuk merestorasi lahan terdegradasi di Sumatera. Menanam pohon pada lahan terdegradasi adalah jalan terbaik dalam restorasi lingkungan. Hal ini juga sejalan dengan tujuan untuk mencapai Sustainable Development Goals yang ke-13 (Aksi iklim) dan ke-15 (Kehidupan di darat) yang dicanangkan oleh PBB.

Inisiatif ini juga didukung oleh Profesor Akira Miyawaki yang merupakan Profesor Kehormatan dari Yokohama National University Jepang. Akira menekankan pentingnya konservasi hutan melalui penanaman bibit spesies asli yang memang berasal dari lingkungan vegetasi lahan yang menjadi target dari program restorasi.

"Bersama-sama kita dapat menciptakan lingkungan hidup yang berkelanjutan bagi masa depan," kata pendiri Japan Agency for Environmental Business Mitsunori Kamiya ini.

Sementara itu Chairman APP Jepang Tan Ui Sian menjelaskan, acara penanaman yang melibatkan warga Jepang ini merupakan yang keempat sejak 2014.

"Setiap tahun semakin banyak orang Jepang yang ikut serta dalam kegiatan ini, mereka sangat bersemangat ingin menanam pohon," kata Tan Ui Sian.

Ia merinci ada sekitar 10 ribu bibit pohon Meranti yang disediakan untuk penanaman di atas lahan seluas 20 hektar, yang berlokasi di area konservasi pemasok kayu APP Sinar Mas di wilayah Sorek, Kabupaten Pelalawan.[wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya