Berita

Foto/Net

Bisnis

Pindad Cs Kompak Dongkrak Penggunaan Komponen Lokal

Pacu Pertumbuhan Bersama
SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 10:37 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tiga BUMN Industri Strategis PT Barata Indonesia (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), dan PT Pindad (Persero) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman untuk pemantapan sinergi dalam peningkatan penggunaan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri).

Deputi Bidang Usaha Pertam­bangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN (Ba­dan Usaha Milik Negara), Fajar Harry Sampoerno mengatakan, saat ini pemerintah tengah meny­usun Peraturan Presiden (Perpres) mengenai kewajiban penggunaan komponen dalam negeri.

Karenanya, Perpres tersebut nantinya akan menjadi acuan seluruh perusahaan di Indonesia, termasuk BUMN.


"Kita harapkan dengan adanya kerja sama ini, BUMN bisa langsung merespons aturan yang sedang disusun ini, jadi nanti tinggal dijadikan tolok ukur, dan kita bisa segera menyesuaikan," ujarnya, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, dengan adanya sinergi antar tiga BUMN ini, diharapkan produksi masing-masing perusahaan bisa lebih efisien mencapai 50 persen.

"Kalau semakin efisien, maka kualitas produk masing-masing BUMN juga akan meningkat," katanya.

Direktur Utama Barata Indo­nesia, Silmy Karim mengata­kan, kerja sama antara Barata, BBI, dan Pindad selain meru­pakan realisasi bentuk sinergi BUMN, juga untuk memacu peningkatan porsi lokal konten dalam membentuk industri na­sional yang mandiri.

"Ketiga BUMN ini sepa­kat untuk membentuk sinergi di bidang-bidang bisnis yang sama sebagai wujud partisipasi dalam memajukan industri nasional," katanya.

Senada Direktur Utama Pin­dad Abraham Mose mengatakan, tujuan sinergi antara tiga BUMN ini untuk memacu pertumbuhan bersama dan menaikkan TKDN di bidang Produk dan Bisnis Industrial dan meningkatkan pertumbuhan perusahaan.

"Kami ingin meningkatkan kerja sama di bidang bisnis, produk, penelitian dan pengem­bangan, pelayanan purna jual, pemeliharaan, perbaikan, pe­nelitian dan pengembangan serta meningkatkan nilai TKDN dari setiap produk industri," katanya.

Menurutnya, fokus bidang sinergi BUMN tersebut meli­puti produk pengecoran dan permesinan, pembuatan mesin-mesin khusus, alat dan mesin pertanian, pembuatan peralatan industri, pembangkit tenaga listrik.

Selain itu, alat dan mesin bidang agro industri, alat berat, suku cadang alat berat di per­tambangan, alat perkeretaapian, serta alat dan peralatan kapal laut.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Boma Bisma Indra, Rahman Sadikin menam­bahkan, Barata dan BBI adalah BUMN industri berat yang bergerak di bidang pengecoran, manufaktur peralatan Industri dan proyek-proyek konstruksi.

Sedangkan, Pindad adalah BUMN Pertahanan yang selain memproduksi Alutsista juga memiliki Divisi yang menghasil­kan mesin industri.

"Meskipun Barata, Pindad, dan BBI memiliki perbedaan bidang bisnis, namun ketiganya sepakat mengembangkan indus­tri manufaktur nasional bersama-sama," tandasnya. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya