Tiga BUMN Industri Strategis PT Barata Indonesia (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), dan PT Pindad (Persero) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman untuk pemantapan sinergi dalam peningkatan penggunaan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri).
Deputi Bidang Usaha PertamÂbangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN (BaÂdan Usaha Milik Negara), Fajar Harry Sampoerno mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyÂusun Peraturan Presiden (Perpres) mengenai kewajiban penggunaan komponen dalam negeri.
Karenanya, Perpres tersebut nantinya akan menjadi acuan seluruh perusahaan di Indonesia, termasuk BUMN.
"Kita harapkan dengan adanya kerja sama ini, BUMN bisa langsung merespons aturan yang sedang disusun ini, jadi nanti tinggal dijadikan tolok ukur, dan kita bisa segera menyesuaikan," ujarnya, di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, dengan adanya sinergi antar tiga BUMN ini, diharapkan produksi masing-masing perusahaan bisa lebih efisien mencapai 50 persen.
"Kalau semakin efisien, maka kualitas produk masing-masing BUMN juga akan meningkat," katanya.
Direktur Utama Barata IndoÂnesia, Silmy Karim mengataÂkan, kerja sama antara Barata, BBI, dan Pindad selain meruÂpakan realisasi bentuk sinergi BUMN, juga untuk memacu peningkatan porsi lokal konten dalam membentuk industri naÂsional yang mandiri.
"Ketiga BUMN ini sepaÂkat untuk membentuk sinergi di bidang-bidang bisnis yang sama sebagai wujud partisipasi dalam memajukan industri nasional," katanya.
Senada Direktur Utama PinÂdad Abraham Mose mengatakan, tujuan sinergi antara tiga BUMN ini untuk memacu pertumbuhan bersama dan menaikkan TKDN di bidang Produk dan Bisnis Industrial dan meningkatkan pertumbuhan perusahaan.
"Kami ingin meningkatkan kerja sama di bidang bisnis, produk, penelitian dan pengemÂbangan, pelayanan purna jual, pemeliharaan, perbaikan, peÂnelitian dan pengembangan serta meningkatkan nilai TKDN dari setiap produk industri," katanya.
Menurutnya, fokus bidang sinergi BUMN tersebut meliÂputi produk pengecoran dan permesinan, pembuatan mesin-mesin khusus, alat dan mesin pertanian, pembuatan peralatan industri, pembangkit tenaga listrik.
Selain itu, alat dan mesin bidang agro industri, alat berat, suku cadang alat berat di perÂtambangan, alat perkeretaapian, serta alat dan peralatan kapal laut.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Boma Bisma Indra, Rahman Sadikin menamÂbahkan, Barata dan BBI adalah BUMN industri berat yang bergerak di bidang pengecoran, manufaktur peralatan Industri dan proyek-proyek konstruksi.
Sedangkan, Pindad adalah BUMN Pertahanan yang selain memproduksi Alutsista juga memiliki Divisi yang menghasilÂkan mesin industri.
"Meskipun Barata, Pindad, dan BBI memiliki perbedaan bidang bisnis, namun ketiganya sepakat mengembangkan indusÂtri manufaktur nasional bersama-sama," tandasnya. ***