Berita

Hukum

Miras Impor Selundupan Rp 6,7 Miliar Diamankan

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 09:23 WIB | LAPORAN:

Ribuan botol minuman keras (miras) ilegal berbagai merek diamankan aparat Tim Baracuda Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Korpolairud di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (5/8) pekan lalu.

Miras ilegal senilai Rp 6,7 miliar itu diduga hendak diselundupkan oleh penumpang KMP Dorolonda.

"Penyelundupan miras ilegal itu dilakukan dengan cara dikemas ke dalam koper, seolah-olah koper pakaian," kata Direktur Polair, Brigjen Lotharia Latif saat dikonfirmasi, Selasa (8/8).


Totalnya, ada 6.400 botol miras asal Singapura dan Malaysia yang diselundupkan melalui Kepulauan Riau menuju Jakarta.

Menurut Latif, modus yang digunakan pelaku tergolong baru. Teknisnya, pelaku menyamarkan miras tersebut dengan cara memasukkan ke dalam koper yang dicampur dengan pakaian.

"Saat ini barang bukti 6.400 botol miras ilegal dan delapan orang sudah diamankan di Mako Ditpolair Korpolairud untuk dilakukan penyidikan," terang Latif.

Hasil pengembangan dari keterangan delapan orang saksi tersebut, polisi kembali menangkap dua orang lainnya berinisial AT dan PS, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (7/8) kemarin. Hal itu berdasarkan petunjuk barang bukti ratusan botol miras yang tersisa di KMP Dorolonda.

"KMP Dorolonda saat itu sedang dalam perjalanan dari Bitung-Jakarta-Surabaya. Dari Surabaya, rencananya kapal itu hendak menuju Makassar," urainya.

Ditpolair Korpolairud yang tengah bertugas di Surabaya kembali melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang muatan di sebuah kapal penumpang Abimanyu 7010.

Kemudian ditemukan 467 botol miras dan dua orang kurir lainnya. Setelah itu, pelaku dan barang bukti diserahkan ke Ditpolairud Polda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Mereka saat ini masih dimintai keterangan penyidik," demikian Latif.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya