Berita

Foto/Net

Bisnis

Ekonomi Kuartal II Di Bawah Ekspektasi

Cuma Tumbuh 5,01 Persen
SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 08:50 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi kuartal II-2017 sebesar 5,01 persen. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,18 persen. Penyebabnya, ka­langan menengah ke atas masih menahan belanjanya.

"Angka 5,01 persen ini masih di bawah ekspektasi, tetapi saya bilang pertumbuhan ini lumayan bagus, tapi masih harus diperhatikan," ujar Kepala BPS Kecuk Suhariyanto di kantornya, Jakarta, kemarin.

Untuk diketahui, pemerin­tah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2017 sebesar 5,1 persen. Kemudian target pertumbuhan dinaikkan menjadi 5,2 persen.


Menurutnya, perekonomian Indonesia yang sebesar 5,01 persen masih di bawah per­tumbuhan ekonomi China yang sebesar 6,9 persen. Tapi masih di atas pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang sebesar 2,1 persen, Singapura yang sebesar 2,5 persen, dan Korea Selatan yang tumbuh 2,5 persen.

Untuk meningkatkan pertum­buhan ekonomi Indonesia ke depan, bukan hanya pemerintah, melainkan juga seluruh pemang­ku kepentingan atau stakeholder dengan seksama memperhatikan kendala-kendala yang dihadapi. "Kita berharap ke depannya harus lebih bagus," tutup dia.

Kecuk menuturkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi selama kuartal II. Di antaranya harga komoditas migas dan non­migas yang mengalami penu­runan dibandingkan kuartal sebelumnya, seperti batu bara turun 1,87 persen dan palm oil turun 9,84 persen.

"Secara umum komoditas mi­gas dan nonmigas kuartal kedua tahun ini turun dibandingkan kuartal I. Kalau secara tahunan masih agak meningkat, hanya kuartalan turun," ujarnya.

Dia membantah, jika daya beli masyarakat turun. Berdasarkan survei BPS, sampai saat ini daya beli masyarakat masih baik. Hal itu tercermin dari konsumsi rumah tangga 4,95 persen yang berhasil menopang pertumbuhan ekonomi kuartal II-2017 sebesar 5,01 persen.

Namun, dia mengakui, kalangan menengah ke atas masih menahan belanja. Selain itu, fenomena pergeseran pola be­lanja dari konvensional ke online memang benar terjadi. Pergeseran hanya terjadi di kalangan menengah ke atas, dan persentasenya juga relatif kecil.

"Angka riset belum menunjuk­kan angka pasti, tapi itu totalnya kecil," paparnya.

Menanggapi rilis BPS, pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhis­tira Adhinegara menilai, gaji ke-13 dan tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil tidak mak­simal mendongkrak konsumsi rumah tangga. Faktanya, capaian tersebut tidak mampu menyen­tuh lima persen. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya