Berita

Foto/Net

Bisnis

Tarif Setrum RI Lebih Murah Dari Malaysia

Dibanderol Rp 1.352 Per KWH
SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 08:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, tarif listrik Indonesia lebih murah dibandingkan negara tetangga, Malaysia, dan Singapura. Jadi, yang me­nyebut tarif listrik Indone­sia termahal di dunia tidak valid.

"Mahal di dunia? Saya rasa tidak. Malah harga listrik kita lebih rendah dari yang tertinggi di dunia. Sama Singapura, Malaysia, kita malah lebih rendah," kata Sekretaris Direktur Jenderal Ketenagalistri­kan Kementerian ESDM Agoes Triboesono di Ja­karta, kemarin.

Menurut dia, jika ada penelitian tentang perbandingan harga listrik dan menempatkan Indonesia tarifnya paling mahal di dunia, maka penelitian tersebut kurang valid atau belum jelas dalam meli­hat semua variabel yang dilibatkan. Apalagi secara penawaran infrastruktur tenaga listrik, Indonesia lebih menarik dibanding­kan dengan negara lain­nya. Misalnya, di tingkat ASEAN.


"Di ASEAN saja harga kita masih kompetitif, ba­gaimana bisa paling mahal di dunia? Itu tidak valid, tidak benar. Coba saja li­hat atau cek langsung di sumber-sumber resminya, pasti kita tidak termahal," tegasnya.

Selain itu, pada saat ini kondisi internal Indonesia untuk pengembangan tenaga listrik dinilai lebih bagus daripada periode sebelumnya. Harga jual listrik kepada masyarakat saat ini per Juli 2017 diban­derol kisaran Rp 1.352 per kilowatt hours (kWh). Sementara Malaysia memi­liki harga jual listrik ke masyarakat senilai Rp 1.360 per kWh.

Dibandingkan dengan tarif listrik di Amerika Serikat (AS) yang rata-rata 10,42 dolar AS per kWh, Indonesia masih lebih mu­rah 40 sen atau senilai 10,2 dolar AS per kWh. Tarif dasar listrik non subsidi di Indonesia per Agustus 2017 adalah Rp 1.467,28 per kWh, sedangkan untuk golongan 900 VA yang baru saja mengalami pencabutan subsidi berlaku tarif sedikit lebih rendah, yaitu Rp 1.352 per kWh.

Kepala Satuan Unit Ko­munikasi Korporat PT Pe­rusahaan Listrik Negara (PLN) I Made Suprateka menilai, tarif listrik di In­donesia selalu lebih murah dibandingkan tarif listrik di Malaysia.

"Dari data yang ada, tidak ada tarif listrik Malaysia lebih murah daripada Indo­nesia," ujarnya.

Menurutnya, tarif listrik rata-rata untuk rumah tangga di Indonesia Rp 1.136 per kWh dan di Malaysia Rp 1.374 per kWh. Untuk bis­nis, tarif listrik rata-rata di Indonesia Rp 1.149 per kWh dan di Malaysia Rp 1.320 per kWh.

"Sementara tarif listrik untuk industri besar, Indo­nesia Rp 1.011 per kWh dan Malaysia Rp 1.066 per kWh," ujarnya.

Selain itu, murahnya tarif listrik di Indonesia akan semakin terasa jika melihat faktor demografi. Malaysia memiliki demografi yang sebagian besar merupakan daratan.

"Sementara Indonesia punya ribuan daerah yang terisolasi sehingga harus dibangun pembangkit den­gan diesel di mana dia ada­lah energi paling mahal," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, pelaku usaha terutama pengusaha tekstil, kerap mengeluhkan tak bisa kompetitif karena tarif listrik yang cukup besar dibandingkan negara pesaing yakni Malaysia dan Vietnam. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya