Berita

Arief Poyuono

Bisnis

Arief Poyuono Dukung SP JICT Menghentikan Aksi Mogok Kerja

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 03:15 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Arief Poyuono, mendukung langkah Ketua Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT), Nova Sofyan Hakim yang menyerukan kawan-kawannya untuk menghentikan aksi mogok yang sudah berlangsung selama 5 hari.

"Sebuah langkah yang baik bagi SP JICT untuk menghentikan mogok kerja," terang dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Senin (7/8).

Menurut Arief, langkah tersebut sekaligus menampik anggapan sebagian pihak yang mengatakan bahwa mogok SP JICT adalah untuk merusak ekonomi bangsa dan perusahaan.


Sebelumnya, Nova Sofyan Hakim mengaku bahwa selama melakukan aksi, anggotanya kerap mendapatkan intimidasi. Arief berharap dengan berhentinya SP JICT berdemo, intimidasi itu juga ikut berhenti.

"Saya harap pasca selesai mogok, Direksi JICT tidak boleh melakukan intimidasi dan pemberian surat peringatan pada Anggota SP. Hal ini untuk menjaga kondusivitas di internal JICT, dan tidak boleh ada pencopotan jabatan terhadap anggota SP JICT yang kebetulan menjabat dijajaran menejemen JICT," harapnya.

Sejak 2014, SP JICT berjuang agar JICT dinasionalisasi. Rangkaian aksi itu menurut mereka untuk mencapai kemandirian ekonomi bangsa. Namun, alih-alih melakukan nasionalisasi, Pelindo II selaku induk perusahaan malah melakukan perpanjangan kontrak dengan Hutchison Port Indonesia (HPI) jilid II.

Arief Poyuono yang melihat kegigihan SP JICT pun memberikan semangat agar mereka terus berjuang. Namun kali ini caranya menurut dia dengan perundingan-perundingan. Dengan perundingan, Arief mengaku yakin bahwa perjuangan SP JICT akan cepat terealisasi.

"Yakinlah apa yang Kawan Kawan SP JICT perjuangkan akan terealisasi demi tercapainya cita cita Trisakti Nawacita yang di canangkan Pak Joko Widodo terutama Dalam hal kepelabuhan Dan Jasa logistik. Terus berjuang jangan mundur dengan apa yang telah kawan-kawan lakukan. Sebuah Sign bahwa Serikat  Pekerja itu punya kekuatan dan posisi tawar dalam menentukan arah pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih bermartabat," pungkas Arief. [zul]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya