Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Besaran BPP Listrik Dipengaruhi 3 Indikator Ini

SENIN, 07 AGUSTUS 2017 | 15:19 WIB | LAPORAN:

Setidaknya ada tiga indikator yang selama ini mempengaruhi besaran Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik di Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua SP PLN Jumadis Abda dalam seminar nasional bertajuk 'Upaya Penurunan BPP Listrik Untuk Harga Listrik Yang Murah' di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (7/8). Dalam penyelenggaraan seminar ini, SP PLN menggandeng Badan Ekseskutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI)

Ia memaparkan tiga indikator tersebut, yakni pertama terkait dengan bauran energi yang digunakan serta harga energi primer terutama gas alam di dalam negeri yang terbilang lebih mahal. Kedua, pola pengoperasian pembangkit yang tidak efisien dengan keberadaan listrik swasta. Serta yang ketiga adalah biaya pemeliharaan instalasi, terutama di pembangkit.


"Kita duduk bersama dengan akademisi dan stakeholder terkait untuk solusi menekan BPP listrik. Goal yang ingin kita raih, tarif listrik di Indonesia bisa semakin murah," kata Jumadis

Jumadis melanjutkan, saat ini tarif listrik di Indonesia untuk rumah tangga di kisaran Rp 1.300 per kilowatt hour (kwh). Jumlah tersebut lebih mahal dibanding tarif listrik di Malaysia yang hanya Rp 650 per kwh.

Narasumber seminar lainnya, Ketua Kajian Energi Universitas Indonesia, Iwa Garniwa mengusulkan agar pemerintah menerapkan harga listrik yang berbeda untuk setiap daerah.

"Hal ini perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keenomian masyarakat yang berbeda di setiap wilayah," ujar Iwa.

Sementara Ketua BEM UI M Syaiful Mujab mengatakan, pihak akademisisaat ini sangat mendukung usaha pemerintah dan PLN menghadirkan energi dan listrik murah untuk rakyat.

"Dengan tarif listrik yang murah, ekonomi Indonesia bisa maju dan keluar dari keterpurukannya. Karena energi adalah pondasi ekonomi," tegasnya.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya