Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Korut: Ada Kepentingan Jahat AS Di Balik Sanksi Baru PBB

SENIN, 07 AGUSTUS 2017 | 14:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Utara akan semakin gencar melakukan uji coba rudal pasca PBB mengadopsi sanksi baru untuk memperketat arus ekonomi ke Korea Utara.

Akhir pekan kemarin, PBB mengadopsi draft resolusi yang digagas oleh Amerika Serikat untuk menetapkan larangan ekspor batubara dan sejumlah komoditi lainnya demi mengurangi pemasukan Korea Utara senilai lebih dari 1miliar dolar  AS.

Dikabarkan AP News awal pekan ini, dengan merujuk media pemerintah Korea Utara, negara tersebut menilai bahwa sanksi baru tersebut adalah rencana Amerika Serikat yang kejam untuk mengisolasi dan menahan Korea Utara.


Sebagai bentuk tanggapan, Korea Utara akan meluncurkan ribuan kali lipat balasan terhadap Amerika Serikat. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut soal apa bentuk balas dendam yang dimaksud.

Korea Utara juga menganggap bahwa sanksi PBB tidak akan pernah bisa memaksa Korea Utara untuk bernegosiasi mengenai program nuklirnya atau untuk melepaskan dorongan nuklirnya. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya